STK TP Deiyai Yudisium 32 Sarjana Angkatan Pertama

STK TP Deiyai yudisium 32 sarjana angkatan pertama tahun akademik 2019/2020 di Aula Soskat Kaboudabii Waghete, Rabu (16/9/2020).

DEIYAI (PB.COM) – Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapa (STK TP) Deiyai akhirnya menggelar yudisium bagi mahasiswa angkatan pertama tahun akademik 2019/2020 di Aula Soskat Kaboudabii Waghete, Rabu (16/9/2020).

Ketua panitia yudisium angkatan pertama, Yohakim Tekege mengatakan, kegiatan itu merupakan pengukuhan kelulusan seorang mahasiswa yang telah memenuhi syarat kelulusan pada suatu program studi dengan jurusan tertentu.

“Yudisium STK Touye Paapaa Deiyai kali ini agenda pertama dan selanjutnya akan menjadi agenda rutin sebagai tanda bahwa saudara-saudari para mahasiswa angkatan pertama pada program studi pendidikan Keagamaan Katolik, jurusan Kateketik Pastoral telah menyelesaikan pendidikan jejang strata 1 atau sarjana, dan berhak menyandang gelar S.Pd,” ujar Yohakim Tekege.

Menurut Tekege yang juga sebagai ketua program studi, mahasiswa yang sedang mengikuti acara yudisium berjumlah 32 orang yang terdiri dari laki-laki sembilan orang dan perempuan 23 orang.

“Jadi ini dua angkatan gabung. Angkatan tahun akademik 2014 diberikan cuti akademik satu tahun dua semester, sementara menunggu akreditasi kampus dan bersama-sama dengan angkatan tahun akademik berikutnya 2015 ujian skripsi, yudisium dan wisuda digabung yang disebut angkatan pertama sekarang,” jelasnya.

Ia mengatakan, menurut Plt Dirjen Bimas Katolik Republik Indonesia via video zoom pada momen acara penutupan ujian skripsi mengatakan angkatan pertama adalah  angkatan uji coba, angkatan warna warni di mana mahasiswa-mahasiswinya ada yang tua, ada yang muda, dan lain sebagainya.

“Namun demikian, di mata kampus, di mata dosen semua sama-sama mahasiswa. Artinya segala tugas dan kewajiban sebagai mahasiswa dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi diberlakukan untuk semua tanpa pertimbangan umur dan jabatan, golongan dan suku,” katanya.

Ketua STK Touye Paapa Deiyai, Oktovianus Marko Pekei mengatakan, dengan dilaksanakannya yudisium justru menepis sejumlah anggapan keraguan dari publik atas hadirnya perguruan tinggi di wilayah Meepago.

“Ini buktinya, kami laksanakan yudisium angkatan pertama. Dengan momen ini, kami menepis keraguan-keraguan atas sekolah tinggi ini,” ujar Pekei.

Ia mengungkapkan sejumlah mujizat Tuhan yang dialami pihaknya dalam perkembangan sekolah yang berkedudukan di Waghete ini. Di antaranya pihak gereja Dekenat Paniai maupun Tigi, khususnya Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata melepaskan lokasi kampus STK Touye Paa Deiyai yang sudah ada bangunan dan akan digunakan dalam tahun akademik berjalan.

Selain itu, kata dia, segala aktivitas akademik diinput atau dilaporkan di Forlap Dikti Republik Indonesia berkat kerja keras operator kampus Yulius Pekei. “Perguruan Tinggi yang baru berusia lima tahun dapat akreditasi B  oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Republik Indonesia, pada 10 Desember 2019, yang sebelumnya sudah diinput oleh Operator Kampus melalui online dengan aplikasi SAPTO,” ujarnya.

“Perguruan tinggi yang baru ini, ujian skripsi mandiri via video zoom, pada Senin 24 sampai Sabtu 29 Agustus 2020 di Deiyai,” kata dia.

Pihaknya juga telah mendapatkan blanko ijazah Dikti terbaru dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia (PMA), Nomor 17 Tahun 2020 tertanggal surat edaran 14 Agustus 2020 tentang Sistematika Penulisan Ijazah Sarjana terbaru, blanko ijazah terbaru.

Yudisium dihadiri Pastor Dekan Dekenat Tigi, P. Damianus Adii, Pr, sejumlah pastor dari Dekenat Paniai, Tigi juga Kamapi, civitas akademika STK TP, mahasiswa dan masyarakat umum. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *