Belum Ada Izin Keramaian Soal Peresmian Stadion Utama Lukas Enembe

Rapat koodinasi persiapan peresmian sembilan venue, peluncuran data OAP, pemberian nama Stadion Utama Lukas Enembe dan perubahan nama Bandar Udara Sentani bersama Forkopimda Papua.

JAYAPURA (PB.COM) – Rencana peresmian Stadion Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe yang akan digelar pada 20 Oktober 2020 pekan depan belum mendapat izin keramaian dari Polda Papua.

Pasalnya, pada peresmian tersebut rencananya melibatkan sekitar 40 ribu orang dan bakal digelar pertandingan uji coba tim sepak bola ditengah pandemic Covid-19.

Menurut Ketua Harian PB.PON Yunus Wonda kepada wartawan, Kamis (15/10/2020) usai menggelar rapat koodinasi persiapan peresmian sembilan venue, peluncuran data OAP, pemberian nama Stadion Utama Lukas Enembe dan perubahan nama Bandar Udara Sentani dengan Forkopimda mengaku dalam rangka kegiatan tersebut, PB.PON meminta masukan dan saran pelaksanaan peresmian nanti.

“Kita mendengar saran dan masukan dari semua pihak untuk bagaimana dilakukan secara virtual,” terangnya.

Kata Yunus, untuk acara peresmian nanti PB-PON mempunyai dua opsi apakah dilakukan secara virtual atau tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Kami panitia akan mendesain itu, kami punya planing A dan B. Kami akan coba akan buat satu desain dan akan dilaporkan ke kapolda,” tandasnya.

Sementara itu, Penjabat Sekda Papua Doren Wakerwa mengaku dalam rangka rencana peresmian tersebut ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan karena situasi pandemic Covid-19.

“Kita lakukan pertimbangan terkait kegiatan pelaksanaan ini, karena adanya Covid-19 sehingga kita utamakan protokol  kesehatan. Dimana ada dua saran dari Kapolda. Seluruhnya lewat virtual dan seluruh atlet akan kita kumpulkan di stadion Lukas Enembe, tetapi setelah kita simpulkan bahwa menjaga protap kesehatan maka kita lakukan secara virtual,” ucapnya.

Namun demikian, mengenai teknis pelaksanaan peresmian nanti masih akan dilakukan pertimbangan dan kajian oleh panitia. Dinana akan disampaikan kepada Kapolda apakah dilakukan lewat virtual atau lewat kegiatan.

“Keputusannya besok, namun demikian masyarakat Papua harus mendukung kegiatan itu sehingga asset-aset ini untuk kita,” jelasnya.

Di tempat yang sama Kapolda Papua, Irjen Pol.Paulus Waterpauw mengaku untuk acara peresmian masih dilakukan koordinasi dengan panitia.

“Kita masih diskusi bersama terkait pelaksanaannya nanti, walaupun dalam kondisi seperti ini kegiatan kita dukung, tetapi mengumpulkan masyarakat atau kumpulkan massa itu yang menjadi masalah, ini menjadi konsen semua pihak dan kepala negara dan kapolri semua,” katanya.

Ia mengaku ada dua konsep yang dilakukan tetap menyelenggarakan dengan ketaatan protap Covid-19, tapi ada juga solusi kedua dilaksanakan dengan mengedepankan virtual dan teknologi yang ada.

“Kita menunggu putusan, karena dengan amanat UU pihak kepolisian bisa memberikan ijin, dalam konteks ini tapi kita menunggu kepastian lagi dari panitia,” ujarnya.

Ia mengakui, dua alternatif mendukung atau menolak, belum diputuskan karena ada alternatif lain yang bisa dilakukan dan jauh lebih baik.

“Memang kondisi seperti ini, menimbang dan memang hampir kegiatan di luar sana jarang melibatkan penonton sehingga kita rekomendasikan sama-sama dan PB-PON bahwa perlu ada diskusi kembali antisipai ini dan kita tegak lurus dan maklumat kapolri petunjuk lainnya, sudah di tegas kan tidak boleh memberikan ijin dalam bentuk keramaian,” katanya lagi.

Ia menyarankan kegiatan dilakukan secara virtual dan pada peresmian nanti tetap dalam protokol kesehatan seperti menekan tombol dan media semua bisa dilihat semua. (Toding)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *