Menuju PON Bebas Covid, Ini Langkah Dinkes Papua

Stadium Lukas Enembe yang menjadi stadion utama pembukaan PON XX Papua pada Oktober 2021 mendatang.

 

JAYAPURA (PB.COM)—Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua sudah di depan mata. Even olahraga empat tahunan ini bakal digelar pada 2-15 Oktober 2021 di empat klaster yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke.

Menghadapi pelaksanaan PON di tengah pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengambil sejumlah langkah. Salah satunya ialah memprioritaskan pemberian vaksin kepada seluruh atlet, Pengurus Besar (PB) Papua, KONI Papua dan masyarakat di sekitar area venue.

“Tapi mereka ini akan dapat pada vaksinasi tahap 3 ya. Tahap dua ini masih kita prioritaskan pada nakes, TNI/Polri, BUMN dan lansia,” kata Kepala  Dinas Kesehatan Papua Dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes kepada papuabangkit.com di ruang kerjanya, Selasa (23/03/2021).

Menurut Robby, pelaksanaan PON harus bebas dari ancaman Covid-19. Oleh karena itu, sebagai leading sector kesehatan di Papua, pihaknya juga akan melakukan terobosan pencegahan dengan menempatkan peralatan scan di pintu masuk venue maupun hotel-hotel.

“Jadi alat ini semacam fingerprint. Setiap orang yang masuk ke venue atau hotel, tekan akan keluar barcode bahwa dia sudah divaksin. Jika tidak keluar, berarti belum divaksin dan harus kita arahkan lakukan vaksin, Rapid Antigen atau PCR,” tutur mantan Kepala Dinas Kesehatan Paniai ini.

Robby menambahkan, dalam upaya pencegahan Covid-19, Dinas Kesehatan Papua saat ini fokus menyukseskan program vaksin nasional yang kini memasuki tahap kedua. Tentu saja, penanganan pasien di fasilitas kesehatan rujukan Covid dan upaya preventif untuk menggalakan masyarakat sadar Prokes (Protokol Kesehatan) 3 M yaitu memakai masker, menjaga jaga, dan memakai cuci tangan masih terus diupayakan semaksimal mungkin.

“Untuk Papua, tahap pertama kita terima 14.680 dosis vaksin Sinovac Januari 2021 lalu. Tahap dua ini kita terima 73 ribu dosisi, masih diprioritaskan untuk pelayan publik, aparat keamanan, pelaku pasar, dan lansia. Kami hanya sebagai supervisor dan fasilitator bagi tim di kabupaten/kota,” tegas Robby Kayame. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *