Patung Kayu ‘Bunda Maria Ratu Perjanjian’ Tiba di Merauke

Patung Bunda Maria Ratu Perjanjian yang berasal dari Depapre Kabupaten Jayapura tiba di Merauke
Patung Bunda Maria Ratu Perjanjian yang berasal dari Depapre Kabupaten Jayapura tiba di Merauke

MERAUKE (PB) – Patung Bunda Maria Ratu Perjanjian yang berasal dari Depapre Kabupaten Jayapura tiba di Merauke, Rabu (2/11). Patung ini dibuat dari kayu, diantar ke Merauke melalui jalur laut.

Bunda Maria dalam iman umat Katolik sebagai sosok yang berperan dalam sejarah keselamatan dan pengantara. Bunda Maria dihormati sebagai Bunda Allah karena dipilih melahirkan Yesus Kristus Putera Allah.

Menurut ketua rombongan pengantar, Vitalis Yumte, patung tersebut dibuat atas petunjuk (ilham) dari Bunda Maria melalui seorang Katolik di Jayapura yang memiliki kharisma atau dianggap spesial.

Lanjutnya, Bunda Maria memberi petunjuk agar patung itu dibuat di Depapre, bahannya dari kayu dan diberi nama “Bunda Maria Ratu Perjanjiian. Patung simbol kemuliaan orang Katolik ini diminta ditempatkan di Kampung Kondo, Distrik Naukenjerai Kabupaten Merauke.

“Itu semua berdasarkan petunjuk. Orang yang membuat juga Dia tunjukkan. Biasanya patung dalam tradisi Katolik itu dari bahan fiber. Tapi ini unik, ya kita ikuti,” ujarnya.

Katanya, patung setinggi 3 meter itu bertolak dari Jayapura tanggal 24 Oktober lalu dan dua hari kemudian tiba di Sorong. Lalu pada tanggal 30 Oktober 2016 bergerak dari Sorong dan tiba di Merauke pada Rabu (2/11).

“Kami pakai kapal pelni. Sesuai petunjuk, hari ini kami singgah di Pantai Buti Merauke, lalu sembayang bersama sebentar. Kemudian langsung arak-arakkan menuju Kondo,” tuturnya.

Ia menambahkan, ada 11 orang yang mengantar patung Bunda Maria ke Merauke sebagai perwakilan masyarakat Tabi. Rencananya patung ini diresmikan pada tanggal 10 November 2016.

“Patung ini dikerjakan dalam waktu 4 bulan dan diantar melalui jalur laut. Itu semua sesuai amanah Bunda Maria. Kita resmikan saat moment Hari Pahlawan, 10 November. Itu jadi moment terbaik secara iman,” pungkasnya.

Pantauan media ini, saat tiba di Pelabuhan Merauke, Patung Bunda Maria Ratu Perjanjian disambut secara adat oleh masyarakat Merauke. Puluhan orang memadati pelabuhan guna melihat sekaligus mengikuti prosesi pengantaran patung tersebut. ()

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *