Ini Ultimatum Gubernur Lukas Saat Lantik Direksi baru Bank Papua  

Gubernur Lukas saat mengambil sumpah Direksi Baru Bank Papua
Gubernur Lukas saat mengambil sumpah Direksi Baru Bank Papua

JAYAPURA (PB) : Gubernur Papua Lukas Enembe, dengan disaksikan para pemegang saham Bank Papua dalam hal ini para Bupati/Walikota se- Papua dan Papua Barat, secara resmi melantik Direksi baru Bank Papua dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS – LB) yang berlangsung di hotel Sahid Jayapura, Senin (06/03/2017) malam.

Adapun para direksi yang akan menjabat selama Empat tahun itu yakni Direktur Utama, F Zendrato, Direktur Bisnis, Sadar Sebayang, Direktur Keuangan, Treasury dan Umum, Rudhy Darma, direktur Kepatuhan dan Managemen Risiko, Jefry Siing serta Isak Samuel Wopari sebagai Direktur Operasional, dan TI. , serta sebagai.

Dalam sambutannya, Gubernur Lukas Enembe mengultimatum Direksi yang baru dilantik untuk fokus dalam penyelesaian kredit macet (Nonperforming Loan atau NPL), yang ditinggalkan oleh Direksi lama dan telah memberikan pengaruh negatif terhadap bank selama ini.

“Direksi yang baru harus bisa turunkan NPL dari 11 persen menjadi 3 persen sebagaimana rata rata nasional. Kami pemegang saham meminta tidak boleh ada lagi kasih kredit buat pengusaha diluar Papua, karena ini yang banyak bikin kredit macet,” pinta Gubernur.

“Harusnya kasih kredit kepada pengusaha yang lebih dikenal  oleh bupati/walikota selaku pemegang saham bank papua, bukan kepada pengusaha diluar yang tidak jelas,” tegasnya.

Gubernur berharap, amanah yang diberikan ini dapat mendorong peran aktif bank Papua kepada masyarakat, pelaku bisnis untuk berinvestasi dalam upaya mendorong pertumbuhan perekonomian di Papua.

Apalagi, para direksi yang baru telah siap meninggalkan jabatannya jika target tidak tercapai.

Sementara itu, Dirut Bank Papua, F Zendrato kepada pers usai pelantikan mengaku siap menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Dikatakan untuk membenahi berbagai persoalan yang tengah dihadapi saat ini, maka yang terpenting adalah peningkatan kualitas SDM, lalu untuk bisnis tentunya akan ditingkatkan di Papua. Sedangkan keberadaan cabang cabang diluar Papua itu akan di evaluasi sebab lebih baik fokus di Papua.

“Harus evaluasi operasional prosesnya dan bisnisnya sehingga dapat menciptakan nilai yang optimal,” ujar Zendrato yang sebelumnya bekerja di bank BNI Pusat ini.

Lanjut katanya, ia akan berusaha menjalankan tugas dengan berbagai cara dilakukan.”Nantikan dilihat resetnya apakah turun atau  tidak, harus lakukan pembenahan ke dalam terutama soal kredit macet harus dilihat dan diselesaikan satu persatu, bukan hanya yang macet kredit yang lancar pun kita akan lihat. Setelah itu baru kita lihat strategi apa, program yang bisa mempercepat penurunan NPL ini,” pungkasnya. (Admin)

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *