Papua “Tempo Doeloe” Kunjungi Depo Arsip di Buper Waena

Hans Y. Hamadi
Hans Y. Hamadi

JAYAPURA (PB) : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui  Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Provinsi Papua mengembangkan Depo Arsip  yang terletak di Buper, Kampung Waena, Distrik Hedam, Kota Jayapura.

Demikian  diutarakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Drs. Hans Y. Hamadi, MSi usai Apel  di  Halaman Kantor Dinas-Dinas Otonom Provinsi Papua, Koraraja, Kota Jayapura, Senin (13/3) lalu.

Ia mengatakan, pihaknya menyediakan  APBD Provinsi Papua tahun anggaran 2017,  untuk membenahi  Depo Arsip Provinsi Papua di Buper Waena.

Dikatakan,  Depo Arsip adalah tempat penyimpanan arsip milik Pemprov  Papua beberapa tahun silam, termasuk perjalanan merintahan Papua tempo doeloe,  yang  memang nilai  gunanya masih ada  tetap terjaga  dan tetap terpelihara.

Diakuinya,  Pemprov Papua praktis  tak membenahi arsip ini  selama 5 atau 6 tahun  belakangan, dimana pihak berupaya mengamankan dan merahasiakan  semua  informasi penting,   sehingga jika dibutuhkan suatu ketika segera  disiapkan.

“Jika  tak ada halangan kami juga akan alih mediakan seluruh arsip  yang dalam bentuk fisik atausoft copy.   Kapan saja kita sediakan untuk orang lihat,” terangnya.

Depo Arsip Provinsi Papua di Buper Waena, ujarnya, merupakan bagian kekayaan intelektual,  tapi juga bagian dari perjalanan pemerintahan  Papua, termasuk laporan-laporan keuangan.

“Kami menjaga   suatu saat nanti ketika ada pemeriksaan atau tersangkut data-data yang dibutuhkan,  kami berusaha untuk siapkan termasuk beberapa surat  penting,” terangnya.

Dijelaskan,   beberapa surat-surat penting saban hari  diminta Pemerintah Kabupaten-kabupaten di Papua. Bahkan  menyampaikan melalui surat resmi terkait  data para Bupati  di Papua sejak tahun 1963 hingga 2015.

“Kami sedang  siapkan sehingga suatu saat nanti pejabat yang ada di Pemprov Gubernur, Bupati terkait data  bisa kami sediakan disana,” jelasnya.

Untuk membenahi arsip  tersebut, ungkapnya, pihaknya fokus pada dua bidang masing-masing bidang arsip dan  bidang Sumber Daya Manusia (SDM). “Kami benahi sejak 7 bulan lalu,  didukung sekitar 80  tenaga,” lanjutnya. (Admin)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *