30 Sanggar Seni dan Tari Meriahkan Pagelaran Budaya Nusantara

Staf Ahli Gubernur Provinsi Papua Annie Rumbiak menari bersama para penari di Pagelaran Budaya Nusantara

JAYAPURA (PB) : Sebanyak 30 sanggar tari dan vocal grup di Kota Jayapura memeriahkan pagelaran seni budaya nusantara yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 tingkat Provinsi Papua di Taman Imbi, akhir pekan kemarin.

Kepala Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Papua-Papua Barat Apolos Marisan, di Jayapura, menjelaskan tujuan dilaksanakannya pagelaran budaya ini untuk memberikan ruang bagi seniman dan budayawan di provinsi ini terkhusus di Kota Jayapura dan sekitarnya dalam berekspresi.

“Sedangkan sasaran dari kegiatan ini adalah komunitas-komunitas budaya atau sanggar seni yang memperoleh bantuan dari pemerintah melalui Balai Pelestarian Budaya,”akunya.

Lanjutnya, dengan adanya bantuan pemerintah bagi sanggar seni, pihaknya juga mengambil kebijakan untuk mengikutsertakan sanggar-sanggar yang dikelola bukan hanya oleh orang Papua. Sehingga semua kalangan dapat turut serta mengembangkan budayanya.

“Penerima bantuan pemerintah melalui balai pelestarian di Provinsi Papua dan Papua Barat tercatat 120 sanggar lebih, khusus untuk Provinsi Papua mencapai 75 sanggar seni,”terangnya.

Pagelaran ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya. Diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong instansi terkait agar lebih mengembangkan seni dan budaya di Papua.

“Kami tidak hanya melibatkan sanggar orang asli Papua tapi juga masyarakat dari daerah lain agar pembangunan seni dan budaya khususnya di Bumi Cenderawasih dapat berjalan dengan baik,”akunya.

Ditambahkannya lagi pagelaran seni budaya nusantara ini dilaksanakan selama dua hari yakni Jumat (25/8) hingga Sabtu (26/8) yang turut dimeriahkan penampilan dari Sanggar Saraswati Bali, Nusa Ina Maluku, Tonase dari Sulawesi Utara dan Jawa.

Libatkan Anak Muda

Sementara itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM Annie Rumbiak mengimbau kepada para seniman dan budayawan di wilayahnya agar melibatkan generasi muda khususnya anak-anak didik untuk lebih memperhatikan seni serta budaya.

Kata Annie budaya luar atau asing sudah banyak mempengaruhi generasi muda, sehingga menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mengingatkan kembali pentingnya seni dan budaya yang dimiliki bangsa ini.

“Budaya luar atau asing juga membuat generasi muda melupakan sejarah dan nenek moyang kita, sehingga diharapkan ada peran serta yang aktif untuk menghidupkan kembali gelora seni budaya di kalangan anak-anak,” katanya.

Pemerintah sendiri mengimbau untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya. Karena semua adalah pelaku budaya.

“Perlu adanya pengembangan budaya dan promosi tanpa menghilangkan potensi keanekaragaman yang ada di Indonesia, khususnya Papua,”katanya lagi.

Mantan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua ini mengajak semua pihak untuk terus membina keberadaan seni dan budaya. Dimana tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaan pagelaran seni budaya nusantara, khususnya di Tanah Papua tetap menjaga dan melestarikan budaya yang ada.

“Kami merasa perlu adanya pengembangan seni budaya, kemudian dilombakan, sehingga tidak hilang dan diteruskan ke generasi muda, budaya luar atau asing yang masuk tidak salah, namun tidak boleh melupakan kekayaan keanekaragaman budaya setempat,”ucapnya.

Hal ini bertujuan agar generasi muda memulai pembentukan karakter dan tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, karena sangat disayangkan kini banyak generasi penerus bangsa tidak paham budaya setempat, di mana ini bukan tanggung jawab pemerintah saja tetapi semua pihak. (YMF)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *