Lanny Jaya Borong Dua Penghargaan Papua Bangkit

Sekretaris Daerah (Sekda) Lanny Jaya Christian Sohilait, ST.M.Si ketika menerima Papua Bangkit Award dari Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di sela-sela Musrenbang Inspiratif tingkat Provinsi Papua di Aston Hotel Jayapura, Rabu (24/04/2019).

JAYAPURA (PB.COM)—Pemerintah  Provinsi Papua memberikan penghargaan kepada Kabupaten Lanny Jaya atas keberhasilan dalam mengurangi angka kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Penghargaan bertajuk Papua Bangkit Award itu diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE.MM kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Lanny Jaya Christian Sohilait di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Inspiratif tingkat Provinsi Papua di Aston Hotel Jayapura, Rabu (24/04/2019).

Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait kepada pers mengatakan penghargaan itu diterima dalam dua kategori yaitu keberhasilan dalam meningkatkan IPM terbaik dalam kurun waktu 2015-2017 sebesar 2.31 point dari 44.18 pada tahun 2015 menjadi 46.49 pada tahun 2017. Selain itu, kategori penghargaaan lain yakni Lanny Jaya mampu menurukan angka kemiskinan tertinggi dalam kurun waktu 2015-2017 sebesar 2.37% dari 41.97% pada tahun 2015 menjadi 39.6% pada tahun 2017.

“Mewakili Bupati, saya sampaikan apresiasi kepada semua stakeholder. Penghargaan ini tak lepas dari kinerja terbaik dari seluruh perangkat dan masyarakat Lanny Jaya. Kami berterima kasih kepada Provinsi Papua yang sudah menilai dan memberi penghargaan kami. Tugas kami hanyalah kerja, kerja dan kerja,” ujar Sekda Sohilait.

Menurut Sohilait, naiknya angka IPM dan turunnya angka kemiskinan di Lanny Jaya tak lepas dari progam pemberian dana tunai Rp 1 juta per bulan kepada setiap Kepala Keluarga (KK).

“Dana ini kita potong Rp 300 ribu untuk Kartu Lanny Jaya Mandiri, Lanny Jaya Sehat dan Lanny Jaya Cerdas. Sementar Rp 700 ribu itu akan diterima oleh masing-masing kepala keluarga asalkan bisa memenuhi 10 indikator,” terang Sohilait.

Dia menjelaskan, adapun indikator atau syarat itu yakni setiap penerima wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu keluarga, rekening bank, kebun secara massal, dan memiliki usaha lebih dari dua (ternak ayam, kelinci dan babi dan lain sebagainya). Selain itu, Pemkab Lanny Jaya juga mewajibkan bagi KK yang di dalamnya terdapat anggota yang masih buta huruf maka harus diajari agar bisa melek huruf.

“Syarat lain, anak-anak usia sekolah tidak boleh diikutsertakan dalam kegiatan social seperti kematian dan panen raya. Kalau ketahuan, dana kita tahan. Bagi KK yang anggota terkena HIV wajib membawa ke rumah sakit. Selain itu, warga juga wajib menjaga kebersihan di seluruh jalan utama di Tiom. Ke depan, rencanaya kita akan beri syarat baru yang lebih menguntungkan mereka. Misalnya, setiap KK diwajibkan harus menanam 200 pohon kopi. Ini juga cara kami untuk sejahterakan mereka,” urai Sohilait.

Dia menjelaskan, Lanny Jaya di bawah kepemimpinan Bupati Befa Jigibalom dan Wakil Bupati Yemis Koyoga telah mencanangkan program Lanny Jaya Mandiri, Sehat dan Cerdas untuk membantu masyarakat dalam hal kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan perekonomian.

“Jadi, secara umum faktor yang mempengaruhi IPM kita meningkat adalah kita punya program satu juga per bulan kepada masing-masing kepala keluarga, dan ada 10 indikator untuk mereka bisa mendapat bantuan tersebut, indikator ini dapat dipenuhi masyarakat sehingga mampu meningkatkan IPM dan menekan angka kemiskinan.  Saat ini angka buta huruf sebanyak 40 ribu. Kita target akhir tahun ini bisa turun 20 ribu angka buta huruf,” urainya.

Sekda Sohilait juga menjelaskan, keberhasilan ini juga berkat dukungan program BANGGA di Lanny Jaya. Ia merincikan, sebanyak 3.200 warga Lanny Jaya adalah penerima manfaat program ini dengan total kucuran dana per tahun hanya sekitar Rp 9 milyar.

“Kami yang terkecil dari tiga kabupaten, Asmat dan Paniai tingg, hampir dua puluhan miliar. Tapi dalam hal penyerapan dana, kita capai 97 persen. Tahun ini kita akan meningkat jadi sepuluh ribuan. Awalnya, orang tidak percaya dengan dana fresh money dari provinsi yang kecil. Tapi ketika tahun pertama kita bayar untuk tiga ribuan orang, semua orang datang mendaftar anak-anaknya,” kata Sohilait.

Selain Lanny Jaya, Pemerintah Provinsi Papua juga memberikan Papua Bangkit Award kepada Kabupaten Nduga dan Pegunungan Bintang atas prestasinya dalam meningkatkan IPM serta Deiyai dan Yahuhimo yang juga dinilai berhasil menurunkan angka kemiskinan sepanjang 2015-2017. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *