BKKBN dan PKK Akan Gelar HKG dan Harganas di Wamena

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si dan rombongan saat berdialog dengan Ketua TP PKK Provinsi Papua Ibu Yulce Enembe di Gedung Negara, akhir April lalu.

JAYAPURA (PB.COM)—Dalam upaya meningkatkan sinergitas dalam membangun ketahanan keluarga di Provinsi Papua, Perwakilan BKKBN Provinsi Papua dan Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Papua berencana akan berkolaborasi menggelar acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) secara bersama-sama di Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua.

“Kami sudah bertemu dengan Ketua TP PKK Provinsi Papua Ibu Yulce Enembe dan kami melakukan kolaborasi kegiatan ini di Wamena tanggal 28 Mei. HKG kita gabungkan dengan acara Harganas yang jatuh pada 29 Juni. Dua-duanya kita gabung karena giat ini memiliki satu tujuan untuk membangun sinergi menguatkan fungsi keluarga di Papua sebagai modal membangun bangsa,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si kepada papuabangkit.com, Jumat (03/05/2019) di sela-sela malam puncak pemilihan Duta GenRe 2019 tingkat Provinsi Papua di Hotel @Hom Jayapura.

Menurut Sarles, dengan kegiatan ini, ia berharap ke depan akan terbangun sinergitas antara BKKBN dan Tim Penggerak PKK Provinsi Papua maupun TP PKK di seluruh kabupaten/kota. Sebab, kedua lembaga memiliki program yang sama, dimana 10 Program Pokok PKK juga memiliki kesamaan dengan program BKKBN.

“Sebab BKKBN itu adala di dalam Pokja IV yaitu menyangkut program Keluarga Berencana dan kesejahteraan keluarga,” kata Sarles.

Dia menjelaskan, salah satu hal yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Ketua TP PKK Provinsi Papua adalah masalah stunting  dan bagaimana membangun strategi penguatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pihak BKKBN juga melaporkan bahwa apa yang menjadi visi misi Gubernur Papua saat ini tentang generasi emas sedang diterjemahkan oleh BKKBN Papua di dalam program-program kearifan lokal.

“Saat ini kita mulai menghilangkan image BKKBN, yang dulu hanya membatasi jumlah anak. Yang terpenting adalah kita menguatkan keluarga Papua agar ke depan lebih baik dari saat ini,” tegasnya.

Ikut hadir mendampingi Sarles dalam pertemuan itu, Sekretaris BKKBN Papua Agus Nur Santosa, SE dan Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga pada Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Drs. Djonny Suwuh. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *