RSU Pratama Intan Jaya Resmi Buka Pelayanan Bagi Warga

Pastor Sojuna Sondegau, Pr memerciki air suci memberkati ruangan RSU Pratama Intan Jaya di gedung sementara Puskesmas Yokatapa, Senin (17/06/2019)

SUGAPA (PB.COM)-Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Intan Jaya, Papua. Sejak Senin (17/06/2019), Rumah Sakit Umum (RSU) Pratama Intan Jaya resmi beroperasi dan menerima pelayanan kesehatan dasar di gedung sementara Puskesmas Yokatapa.

Hari itu merupakan hari yang sangat bahagia bagi para dokter, perawat, bidan dan masyarakat Kabupaten Intan Jaya. Beroperasinya RSU Intan Jaya ini ditandai dengan pemberkatan oleh Pastor Kleopas Sojuna Sondegau, Pr yang secara kebetulan menggelar misa perdana tahbisannya. Kemudian, dilakukan pengguntingan pita oleh Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni disaksikan Kepala Dinas Kesehatan setempat, Sopianus Zonggonau dan Direktur RSU, Kristianus Tebai serta pejabat daerah lainnya.

Acara dimulai dengan upacara misa pemberkatan yang dipimpin oleh kedua pastor putra asli Migani itu didampingi oleh Pastor Yance Yogi, Pr dan Pastor Yustinus.

Dalam bacaan Injil yang diambil dari Markus 1:29-39, Pastor Sojuna Sondegau menceritakan bahwa Yesus banyak menyembuhkan orang sakit. Dari kesembuhan-kesembuhan yang mereka peroleh akhirnya banyak diantara mereka yang kemudian jadi pengikutnya.

Menurut dia, penyembuhan itu sendiri merupakan sarana petugas medis yang efektif sekali sampai saat ini. Banyak orang sakit apalagi yang sakit berat sangat ingin sekali untuk sembuh.

“Oleh karena itu, saat ini kita juga membutuhkan kuasa yang sama dan memang kuasa itu sudah disediakan sendiri oleh Tuhan bagi kita. Hal ini dapat kita baca dalam Injil Markus 16:17-18 ‘Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh,” katanya.

Suasana perayaan misa pemberkatan RSU Pratama Intan Jaya.

Menurut Pastor Sojuna, Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret adalah suatu peristiwa mukjizat yang diperbuat oleh Yesus Kristus yang dicatat dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Peristiwa ini secara khusus dicatat dalam dua kitab Injil.

“Yang perlu selalu diingat adalah carilah kesembuhan yang benar-benar berasal dari Tuhan melalui pengobatan dan sentuhan dari para medis untuk masyarakat. Tetaplah berpegang teguh pada janji Tuhan, ‘Mintalah maka akan diberi’,” ucapnya.

Ia jug mengajak semua pihak bersyukur dan bersama-sama berjuang untuk meneruskan karya pelayanan di Rumah Sakit tersebut agar senantiasa berjalan. Semoga pula semangat bersyukur ini mempengaruhi karya-karya kita, terutama bagi seluruh karyawan Rumah Sakit ini.

“Bahwa talenta-talenta yang Tuhan berikan dapat berguna dan menjadi terang bagi sesama. Marilah kita berjalan bersama dan melanjutkan karya Rumah Sakit ini karna karya ini adalah karya bersama oleh umat Tuhan dan pemerintah daerah dalam nama Tuhan Yesus,” kata dia.

Setelah homili dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Bupati Tabuni dan pemercikan air suci di gedung Rumah Sakit sementara itu. Lalu, diakhiri dengan pemberian cindera mata berupa noken anggrek oleh Direktur RSU kepada Pastor Sondegau.

Tantangan Pelayanan Kesehatan

Bupati Natalis Tabuni kepada papuabangkit.com mengatakan, sebenarnya pihak Pemda Intan Jaya telah membangun gedung RSU tipe D dan sudah siap beroperasi melayani masyarakat. Namun karena faktor Pilkada’ tiba-tiba kondisi fisik bangunan kembali jadi tidak layak digunakan.

“Dari segi gedung, kita memiliki calon Rumah Sakit tipe D bantuan dari Kemenkes. Namun karena kondisi fisik tidak layak digunakan, maka sementara kita pakai Puskesmas Yokatapa. Jadi ada orang yang ‘gigit’ dinding rumah sakit maka robek-robek,” kata Bupati Natalis.

Menurut Natalis, faktor lainnya adalah masalah tanah. Saat ini, masih dilakukan negosiasi antara pihaknya dengan pemilik hak ulayat.

“Semoga RSU yang kita bangun di Wandoga bisa lakukan pemberkatan dan dioperasikan dalam waktu dekat,” bebernya.

Sebagai kepala daerah, Natalis mengetahui sakit paling berat yang diderita warganya adalah kena parah atau alat tajam .

“Biasanya sakit kena panah, ada yag sakit berat tunggu pesawat. Pasca Pilkada kita kembali ke nol karena dibakar dan dihancurkan oleh oknum tertentu. Tapi kita percepat upaya penyelesaian persoalan rumah sakit yang baru supaya kita pindah ke Wandoga. Pemda tetap mendukung semua upaya dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Kepala Dinad Kesehatan Intan Jaya, Sopianus Zonggenau mengatakan, pihaknya memiliki enam Puskesmas di enam Distrik. Sementara RSU yang dibangun pihaknya masih kendala sehingga pada momen anak Migani melakukan misa perdana ini, pihaknya berinisiatif pemberkatan RSU sementara di Puskesmas Yokatapa.

“Maka ada misa perdana oleh anak Migani jada kami lakukan dan di sini sebagai awal mula pelayanan kesehatan ini,” ujarnya.

Menurut Sopianus, Dinkes Intan Jaya telah menempatkan 11 orang dokter umum di enam Puskesmas tersebut, sehingga pihaknya tetap memantau kinerja para medis pasca pelayanan pemerintahan dipindahkan ke Sugapa dari Nabire.

“Tapi ada beberapa petugas belum kembali dan besok ke atas kami akan berikan tekanan supaya mereka kembali ke sini. Jadi 70 persen sudah ada untuk layani masyarakat,” tukasnya.

Direktur RSU Pratama Intan Jaya, Kristianus Tebai menegaskan, walaupun pihaknya memiliki keterbatasan gedung dan alat serta petugas kesehatan namun kecintaanya terhadap orang Migani, Nduga, Dani dan Wolani ia bertekad memulai segera.

“Sudah tidak ada waktu mau tolong kita punya masyarakat, kita segera mulai saat ini. Tidak bisa tunggu gedung baru. Jadi pelan-pelan kita benahi, apalagi Pemda dukung kita penuh,” tegasnya.

Selain itu, menurut mantan Sekretaris Dinkes Dogiyai ini, ia hendak segera mengerjakan semua teori yang diperoleh para bawahannya sesuai profedi masing-masing.

“Semua petugas ini masih semangat kerja layani, apalagi teori mereka segar. Nah, karena itu kita juga dorong mereka agar buktikan semua ilmu yang diperoleh. Jadi kita sayang masyarakat yang biasa kendala dapat pelayanan medis di sini. Kecuali berat barulah kita rujuk,” ujarnya. (Abeth A.You/GMR)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *