Gelar Tes Cat CPNS 2018, Pemkab Puncak Jaya Prioritas Orang Asli Papua

Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Yuni Wonda membuka secara resmi pelaksanaan Tes CAT (Computer Assisted Test) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 yang digelar Senin (1/7) pagi.

MULIA (PB.COM) – Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Yuni Wonda membuka secara resmi pelaksanaan Tes CAT (Computer Assisted Test) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 yang digelar Senin (1/7) pagi di Sasana Kaonak kantor Bupati setempat.

Tes secara online (gunakan sistem komputer) ini merupakan pertama kalinya digelar di Kabupaten Puncak Jaya dan diikuti sebanyak 1494 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos tes administrasi. Pelaksanaan tes dibagi dalam 22 sesi dan akan berlangsung hingga Sabtu (6/7) mendatang.

Bupati yang  didampingi Wakil Bupati, Deinas Geley, Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ari Purwanto dan Dandim 1714/PJ, Letkol Inf Agus Sunaryo saat diwawancarai pers menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri PANRB dan Kepala BKN Pusat atas pelaksanaan tes berbasis komputer. Apalagi Puncak Jaya diberikan kuota lebih banyak dibanding daerah lain yakni sebanyak 523 kuota.

“Kami pemerintah dan masyarakat Puncak Jaya mau menyampaikan terima kasih kepada Menpan dan Kepala BKN Pusat, tahun ini kami mendapat kuota terbanyak setelah Provinsi Papua,” ucap Bupati Yuni.

Menurutnya, tes cpns kali ini berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan secara manual. Oleh karena itu secara tegas Yuni menyampaikan tidak ada kepentingan siapapun dalam penentuan kelulusan melainkan ditentukan sendiri oleh peserta yang mengikuti tes.

“Karena ini sistem komputer maka tidak ada kepentingan bagi siapa siapa termasuk panitia yang mengawasi. Oleh karena itu siapapun tidak boleh kecurigaan, sebab kelulusan ditentukan oleh peserta itu sendiri sebab mereka yang mengerjakan sendiri soalnya dan langsung tersimpan di komputer,” serunya.

Tes secara online ini diakui Yuni sangat membantu. Pasalnya selama ini kerap terjadi keributan saat pengumuman hasil tes dimana ada kecurigaan yang mengikuti tes dan yang dinyatakan lulus adalah dua orang yang berbeda.

“Ini yang membuat selama ini banyak daerah termasuk puncak jaya yang kemudian menjadi isu tidak baik dan memicu terjadinya keributan,” ungkapnya.

Prioritas Orang Asli Papua                        

Diakui Bupati Yuni, dirinya mempunyai kebijakan khusus dalam penerimaan CPNS kali ini, yang mana selaku Bupati lebih memprioritaskan penerimaan orang asli Papua. “Ada kekhususan untuk mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua,”terangnya.

Adapun tiga kebijakan khusus yang dimaksud yakni, pertama, untuk formasi SMA/SMK sederajat diprioritaskan untuk Orang Papua Asli. “Karena mereka berijazah SD dan tidak punya peluang di daerah lain dan itu tidak mungkin. Sehingga selaku kepala daerah saya meminta memprioritaskan OAP,” tegas Yuni.

Kedua, menmpersiapkan tenaga pendamping yang direkrut dari pegawai Pemkab Puncak Jaya yang akan membantu tim dari BKN regional Papua.

Ketiga, untuk formasi sarjana diambil 80 persen orang asli papua (OAP) dan 20 persen non OAP yang berdomisili di Puncak Jaya, hal ini juga mengacu pada amanat undang undang otonomi khusus. “Jadi selesai pelaksanaan tes ini, hasilnya langsung dikirim ke pusat,” tukasnya

Animo masyarakat untuk melamar sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kabupaten yang dikenal sebagai daerah konflik bersenjata di Papua ini cukup tinggi. Terbukti dari jumlah pelamar yang hampir mencapai dua ribu orang.

Siap Pengamanan

Sementara itu Kapolres Puncak Jaya, mengapresiasi pelaksanaan tes berbasis komputer ini. Menurutnya, meski ditengah keterbatasan namun pemerintah Puncak Jaya mampu membuktikan dapat melaksanakan tes CPNS yang levelnya sama dengan masyarakat di perkotaan.

“Kebiasaan berunjuk rasa saat tidak diterima CPNS, saya harap itu tidak terjadi dalam penggunaan sistem seperti ini. Meski begitu kami bersama TNI siap mengamankan jalannya pelaksanaan tes hingga  pengumuman hasil tes nantinya,” ucap Kapolres.

Hal senada juga disampaikan Dandim, Letkol Inf Agus Sunaryo. Menurutnya, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Muspida dalam rangka pengamanan pelaksanaan tes.

“Kita tetap mengantispasi adanya gangguan keamanan terutama di malam hari. Jangan sampai ada hal hal yang tidak berkenan. Intinya kami akan membantu pengamanan di lokasi pelaksanaan ujian,” tegasnya. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *