Kembali Jadi Plt. Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai: “Ini Kepercayaan Spektakuler Mengandung Tanggungjawab Besar Buat Saya”

drg. Aloysius Giyai, M.Kes

JAYAPURA (PB.COM)—Drg. Aloysius Giyai, M.Kes resmi dipercayakan kembali menjadi Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH.

Senin (08/07/2019), Aloysius menerima SK dari Sekretaris Daerah Papua TEA Hery Dosinaen, S.IP.M.KP.M.Si mewakili Gubernur Papua di sela-sela apel pagi di halaman Kantor Gubernur Papua, Dok II, Jayapura, bersamaan dengan penyerahan SK kepada dr. Anthon Mote sebagai Plh. RS Jiwa Abepura.

“Ini kepercayaan yang spektakuler yang mengandung tanggung jawab yang sangat besar buat saya. Tapi saya terima ini sebagai panggilan dari Tuhan, jadi bukan karena saya hebat. Saya bersandar pada Tuhan dan jalankan kepercayaan yang diberikan Gubernur Papua ini,” ujar Aloysius kepada papuabangkit.com per telpon selulernya Senin pagi.

Aloysius Giyai ketika menerima SK sebagai Plt. Direktur RSUD Jayapura dari Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (08/09/2019)

Aloysius mengatakan kondisi RSUD Dok II saat ini seperti sarang laba-laba yang menyimpan banyak persoalan. Mulai dari manajemen pelayanan, pasokan air bersih ke rumah sakit, belum rampungnya akreditasi paripurna sebagai rujukan tertinggi, Sistem Rujukan Terpadu (Sisrute) dan sebagainya.

“Semua PR ini menguji profesionalisme saya. Karena itu, saya minta dukungan seluruh karyawan atau pegawai rumah sakit untuk tugas ini. Sebab memperbaiki rumah sakit ini tidak mudah. Butuh kerjasama, kekompakan, komitmen dari pimpinan hingga bawahan,” katanya.

Aloysius Giyai saat menyapa salah seorang pasien.

Menurut Mantan Direktur RSUD Abepura yang sukses menggondol belasan penghargaan ini, rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang sangat padat keuangan, padat teknologi, padat karya, padat profesi, padat sistem, padat mutu dan padat risiko.

“Mengelola semua padat ini tidak mudah. Apalagi ini rumah sakit rujukan tertinggi. Misalnya di bagian keuangan, bagaimana kami harus mengelola dana yang besar bisa dipakai efektif dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan pengelolaan keuangan yang benar, dan itu butuh keseriusan dan ketelitian. Kemudian, bagaimana mengatur para dokter subspesialis hingga cleaning service, lalu bagaimana menggunakan dan me-maintanance teknologi yang tinggi dalam pelayanan,” katanya.

Sementara, terkait pelaksanaan PON XX di Papua tahun depan, Aloysius mengatakan, hal pertama yang dilakukan adalah mengejar akreditasi paripurna bagi rumah sakit yang setahun lebih tidak dilakukan. Selain itu, kata Alo, ia juga akan melakukan penataan lingkungan rumah sakit agar terlihat asri seperti penataan taman, pembuatan pagar keliling dan pengaturan arus keluar masuk orang dan kendaraan di lingkungan rumah sakit.

“Sebab kalau RSUD Belum siap, sesuai aturan dan anjuran Ibu Menteri Kesehatan, bisa dialihkan ke rumah sakit swasta tertentu. Tapi saya optimis kita akan kejar itu,” katanya.

Aktivis kesehatan Papua Drs. Tahi Ganyang Butarbutar, M.Kes menilai penunjukkan kembali drg. Aloysius Giyai, M.Kes sebagai Plt. Direktur RSUD Jayapura tepat karena ia memiliki kapasitas dan kemampuan mengelola rumah sakit seperti yang pernah ia tunjukkan saat menjadi Direktur RSUD Abepura. Oleh karena itu, ia berharap akan ada perubahan dan perbaikan pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan tertinggi itu.

“Saya percaya akan ada perubahan dan penataan RSUD Jayapura secara holistik. Selamat buat dokter Alo. Ini adalah panggilan dan tugas kemanusiaan. Penunjukkan kembali jadi Plt. ini juga membuktikan bahwa Aloysius masih yang terbaik, masih dibutuhkan RSUD Dok II untuk benahi semuanya,” kata Butarbutar.

Ia juga meminta Aloysius bisa bekerjasama dengan Gereja agar suasana pelayanan di rumah sakit juga diwarnai suasana kasih, baik melalui radio internal rumah sakit yang rutin memberi sapaan kasih kepada pasien di semua ruangan maupun kunjungan berkala para pendeta, pastor atau hamba Tuhan dari ruangan ke ruangan.

“Sebab pemulihan tubuh pasien itu tidak hanya obat semata tetapi juga siraman rohani. Obat itu hanya 50 persen,” katanya.

Sekedar diketahui, Aloysius Giyai pernah menjadi Plt. RSUD Jayapura selama 1 Desember 2017 hingga 9 Mei 2018. Ia kemudian diganti oleh Anggiat Situmorang di masa kepemimpinan Penjabat Gubernur Soedarmo. Saat ini, ia juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Selamat bertugas Pak Aloysius. Lanjutkan jejak karyamu di RSUD Dok II Jayapura seperti yang pernah digores di RSUD Abepura! (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *