Menikmati Panorama Alam Kota Mulia Dari Pos Merah Putih

Spot wisata “Pos Merah Putih” yang berada di atas ketinggian Kota Mulia.

MULIA (PB.COM) – Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan konflik bersenjata ternyata menyimpan panorama alam pegunungan yang elok nan eksotis. Salah satunya adalah spot wisata “Pos Merah Putih” yang berada di atas ketinggian Kota Mulia, tepatnya di antara jalan yang menghubungkan Distrik Mulia dan Distrik Yamo.

Pos Merah Putih merupakan Pos TNI yang kemudian disulap menjadi salah satu spot wisata yang kerap dikunjungi oleh masyarakat setempat saat akhir pekan maupun waktu liburan.

Dari atas pos merah putih, kita akan disuguhkan pemandangan alam kota Mulia yang dikelilingi hutan dan perbukitan, serta hamparan awan putih di atasnya. Bahkan saat kabut turun di pagi hari atau jelang sore hari yang menutupi Kota Mulia, kita laiknya berada di Negeri di Atas Awan.

Selain menawarkan panorama alam yang memesona, Pos Merah Putih juga menjadi spot menarik untuk berswafoto dengan latar belakang pemandangan Kota Mulia. Ditambah lagi, Anda tidak perlu membayar biaya masuk alias gratis.

Meski hanya sebuah pos tentara, namun dikemas cukup menarik dan ala kekinian seperti spot foto di tempat wisata lainnya. Di tempat ini kita juga menemukan tulisan kata-kata puitis yang ditorehkan di atas papan kayu sebagai bentuk curahan hati para prajurit yang terpisah jauh dari keluarga demi menjaga keamanan NKRI di wilayah Puncak Jaya.

Untuk menuju Pos Merah Putih, bisa dibilang cukup memacu adrenalin. Pasalnya, kita harus melewati jalan terjal bebatuan dan menyusuri lereng bukit sejauh kurang lebih tiga kilometer dari Kota Mulia. Adapun kendaraan yang digunakan harus menggunakan mobil double gardan atau sepeda motor dengan spesifikasi motor pegunungan.

Salah seorang pengunjung, Anto Asse mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Pos Merah Putih.

“Saya pernah datang dengan keluarga, teman, kadang juga pas lagi ada tamu di pemerintahan, biasanya pimpinan suruh antar ke sini,” ungkapnya.

Anto yang merupakan PNS di Pemkab Puncak Jaya ini menuturkan, Pos Merah Putih sekarang lagi tren di kalangan warga Mulia dan di luar, karena lihat dari foto foto yang diunggah di media sosial. Sayangnya, banyak juga yang tidak bisa datang berkunjung.

“Masyarakat mau kesini tapi takut juga, mungkin karena jalannya ngeri juga daerahnya,” ujar Anto.

Aman Tapi Waspada

Soal keamanan? Menurut Komandan Pos Merah Putih dari Batalyon 753 Nabire, Letda Inf Rudi Jambornias, sejauh ini masih dikategorikan aman. Terbukti hampir tiap akhir pekan, selalu ramai dikunjungi warga. Bahkan setiap tamu pemerintahan yang datang berkunjung ke Mulia, selalu diajak untuk mengunjungi Pos Merah Putih.

“Selama ini di kawasan jalan ini masih terbilang aman. Meski begitu, kita tetap waspada. Apalagi sebagai prajurit yang ditugaskan di daerah rawan gangguan keamanan (ada kelompok separatis bersenjata) seperti disini, yah pastinya kita akan tetap siaga dan memastikan semuanya aman terkendali,” ungkap Rudi.

Pria asal Maluku Tenggara ini juga bercerita asal muasal, hingga Pos yang dipimpinnya bisa menjadi salah satu tempat hiburan masyarakat Mulia.

“Ini berawal dari keisengan prajurit, yang membuat tempat ini hanya untuk mengisi waktu luang saat tidak sedang bertugas. Namun lama kelamaan kok, jadinya kelihatan bagus. Dan kita buat lagi lebih bagus, itu semua kita kerjakan secara swadaya. Dan yang datang berkunjung kesini, tidak dipungut bayaran,” akunya.

Menurutnya, dengan adanya tempat hiburan seperti ini, bisa lebih mendekatkan mereka (prajurit) dengan masyarakat.

“Kita buat begini, masyarakat jadi ada tempat hiburan. Jadi kita yang jarang turun ke Kota Mulia untuk bertemu masyarakat, sebaliknya masyarakat yang datang mengunjungi kami,” tuturnya.

Rudi berharap ke depan, Puncak Jaya tetap menjadi zona aman, menjadi tempat yang damai dan aman untuk dikunjungi semua orang.

Kota Mulia, Puncak Jaya yang berpenduduk lebih dari 24 ribu jiwa ini berada di ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut. Sehingga tak heran diklaim sebagai salah  salah satu kota terdingin di Indonesia dengan suhu mencapai 7 sampai 9 derajat celcius.

Untuk mencapai tempat ini, harus menggunakan pesawat berbadan kecil dari Jayapura (Ibukota Provinsi Papua), dengan harga tiket yang mencapai lebih dari Rp3 Juta per orang. Selain itu, juga bisa menggunakan kendaraan roda empat (mobil doble gardan) dari Wamena – Jayawijaya dengan estimasi perjalanan 9 -11 jam. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *