Puncak Harganas ke-26, Puan Maharani: Rekatkan Hubungan Kekeluargaan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani menghadiri puncak perayaan Harganas ke26 di Kalimantan Selatan, Sabtu (6/7/2019).

BANJARBARU (PB.COM) – Puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (6/7/2019) dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani dan Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek dan Ketua Tim Penggerak PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumulo.

Puan mewakili Presiden RI Joko Widodo sekaligus membuka acara tahunan tersebut. Ia bersama Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek sudah dinanti ribuan peserta dari 34 provinsi maupun warga masyarakat Banjarbaru dan anak-anak sekolah yang sudah memadati tenda-tenda sejak pagi hari.

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, Sp.OG dan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dan ketua Tim Penggerak PKK Prov Kalsel, Hj Raudatul Jannah Sahbirin Noor menyambut hangat rombongan menuju ke tenda utama.

Membuka peringatan Puncak Harganas ke-26, anak-anak sekolah menampilkan Tari Lakon Primata, sebuah tarian yang menceritakan perilaku hewan bekantan di hutan Kalimantan. Bekantan menjadi hewan dalam maskot Harganas ke-26 di Kalimantan Selatan.

Sebelum memberikan arahannya di hadapan ribuan peserta dan masyarakat, Puan Maharani menyapa anak-anak sekolah maupun pramuka dengan salam pramuka, dan GenRe Indonesia, dengan salam GenRe.

Puan menjelaskan, Harganas menjadi peringatan tahunan yang bisa merekatkan hubungan kekeluargaan dan gotong royong bagi keluarga Indonesia.

Namun Puan mengingatkan bahwa peringatan ini kendati penting, jangan hanya menjadi acara seremonial semata, tetapi harus direalisasikan konkrit di dalam keluarga Indonesia. Ia melihat Harganas kali ini cukup meriah dan banyak tamu dari seluruh Indonesia. “Apresiasi saya ucapkan ke gubernur yang sudah menggelar acara yang cukup meriah,” kata Puan.

Puan juga menerangkan, tugas BKKBN tidak hanya melakukan upaya pengendalian penduduk, tetapi membangun pemahaman dan komitmen dalam mewujudkan keluarga yang sehat, berpendidikan dan sejahtera. Keluarga menjadi tempat pertama dalam membimbing dan memberdayakan keluarga secara sosial ekonomi budaya. Keluarga berperan penting membangun budi pekerti, memperteguh pancasila dalam kehidupan bernegara.

“Cinta keluarga itu satu hal yang wajib kita lakukan. Karena dinilai dari keluarga nantinya kita bisa membangun bangsa Indonesia yang baik. Saya berharap apa yang sudah dilakukan Kalsel terkait dengan program KB, kesehatan, dan PKK akan terus dilakukan penguatan dan peningkatan dalam memajukan Indonesia ke depan,” tandas Puan.

Puan juga menyebut bahwa tahun depan Harganas akan dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat.

Sementara Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, dalam laporannya menyampaikan rangkain kegiatan yang sudah dilakukan BKKBN sejak bulan Mei hingga Juli 2019. Di antaranya, bulan Juni 2019 dilaksanakan Pembukaan Seremonial Pekan Olah raga dan Seni di BKKBN Pusat, dan pada tanggal 28 Juni 2019 dilaksanakan upacara peringatan Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019 di BKKBN Pusat dan Perwakilan BKKBN Provinsi seluruh Indonesia yang dilanjutkan dengan aneka lomba.

Rangkaian Acara Puncak Harganas dari tanggal 1-6 Juli 2019 dilaksanakan Pelayanan Bhakti Sosial, Donor Darah, Khitanan Massal serta Pelayanan KB MKJP, IVA Test dan seminar di BKKBN Pusat maupun di Provinsi Kalimantan Selatan; Pada tanggal 3-5 Juli 2019 dilaksanakan GenRe Edu Camp yang diikuti oleh 350 peserta remaja yang diselenggarakan di Bukit Kiram, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan;

Hadir  peserta yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat dan kelompok kegiatan yang selama ini mendukung Program  Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yaitu antara lain Kelompok Bina Keluarga Balita, Kelompok Bina Keluarga Remaja dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja, Bina Keluarga Lansia, Remaja Generasi Berencana (GenRe), Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), adik adik Penggalang ceria serta anggota masyarakat yang sudah menerima manfaat dari KIS, PKH.

Tema sentral Harganas tahun ini “Hari Keluarga, Hari Kita Semua”, tema ini mengandung makna bahwa hari keluarga dapat dirasakan oleh kita semua warga Indonesia dan dalam rangka menghidupkan kembali kesadaran kolektif akan arti pentingnya keluarga dalam tatanan kehidupan social.

Tagline Harganas yaitu “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”, mengandung makna bahwa sebelum membangun keluarga harus dimulai dengan perencanaan yang baik agar tercipta sebuah keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Dengan tema dan slogan tersebut, maka peringatan Harganas diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum dan pemacu bagi keluarga Indonesia untuk terus-menerus berupaya meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga agar dapat menghasilkan generasi yang berkualitas.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, pada kesempatan itu, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Harganas yang sudah turut berpartisipasi dan ia juga meminta maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama kegiatan Harganas tingkat nasional di wilayahnya.

Secara terpisah, usai perayaan puncak Harganas, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si, didampingi istri, Ny. Carolina Brabar, mengatakan, apa yang menjadi harapan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani, untuk merekatkan hubungan keluarga, menjadi motivasi bagi perwakilan BKKBN Provinsi Papua untuk bekerja lebih giat.

“Selama ini kami sosialisasi dan edukasi keluarga-keluarga di Papua, agar meningkatkan kesejanteraannya, merencanakan masa depan, sesuai tagline, cinta keluarga cinta terencana,” tandasnya. (Frida Adriana)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *