Mahasiswa Tolikara Calon Pemimpin Masa Depan

Wakil Bupati Tolikara Dinus Wanimbo, SH, MH menghadiri acara terima penguni asrama Mahasiswa Tolikara di Yoka, Waena, Jumat, (06/09/2019) pekan kemarin.

JAYAPURA (PB.COM)  -Mahasiswa Tolikara adalah calon pemimpin masa depan. Harapan pembaharuan pembangunan di Papua ada di pundak mereka.

Hal ini dikatakan Wakil Bupati Tolikara, Dinus Wanimbo, SH.MH dalam kegiatan Seminar Penerimaan Penghuni Asrama Mahasiswa/i Kota Studi Jayapura di Aula Asrama Putra Tolikara, Jalan Yoka Waena, Jumat (06/09/2019).

“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Harapan pembaharuan, harapan Papua Baru itu ada di pundak mahasiswa. Dengan penuh semangat saya datang, karena moment seperti ini sangat penting,” ungkap Wakil Bupati Dinus Wanimbo di hadapan para mahasiswa baru.


Katanya, masa kuliah merupakan kesempatan yang paling tepat untuk belajar menjadi seorang pemimpin yang hebat. Selain tekun menjalankan tugas belajar di kampus, setiap mahasiswa diharapkan aktif dalam kegiatan berorganisasi demi kemajuan dan pengembangan potensi diri.

Menjadi pemimpin hebat dan sukses dimulai pada saat bangku kuliah. Tantangan Papua sangat kompleks, karena itu mahasiswa Tolikara jangan biasa- biasa saja.

“Persiapkan diri secara baik supaya kita menjadi pemimpin hebat. Yang dimaksud dengan mahasiswa Tolikara jangan biasa-biasa yaitu mahasiswa harus proaktif mengikuti proses perkuliahan secara serius sesuai jurusan masing-masing, juga menjadi luar biasa dalam kemampuan berorganisasi, memimpin diri sendiri dan memimpin kelompok,” tegas Wakil Bupati Dinus Wanimbo.

Ia menjelaskan bahwa hati dan pikiran seseorang menentukan masa depan. Oleh karena itu para mahasiswa harus memiliki mimpi besar yang didukung dengan perjuangan, strategi, dan planing yang pasti.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa dapat manfaatkan waktu secara baik. Waktu kuliah sangat terbatas, 4 sampai 5 tahun. Waktu sangat terbatas jadi begitu masuk kuliah harus punya semangat, punya cita-cita yang jelas dan harus mimpi besar tidak boleh mimpi yang kecil. Dalam kehidupan berasrama perlu memperhatikan aturan yang sudah ditetapkan dan menjaga etika sopan santun antara satu dengan yang lain, misalnya saling menghargai antara senior dan yunior,” tandasnya.

Ia menambahkan, dalam kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tolikara saat ini, Pemerintah Kabupaten Tolikara memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan bidang pendidikan. Di antaranya, pemberian beasiswa bagi mahasiswa dan pembangunan asrama bagi mahasiswa.

“Bulan lalu telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama Putri Tolikara di Kota Studi Jayapura dan Manado, ke depan kami akan beli tanah dan bangun ssrama di beberapa Kota studi lain,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Penerimaan Penghuni Asrama Putra/I Mahasiswa Kota Studi Jayapura, Muru Wenda mengatakan, jumlah penghuni baru Asrama Putra dan Asrama Putri Tolikara sebanyak 76 orang. Ia pun berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti rangkaian kegiatan penerimaan dengan baik.

“Saya berharap semua mahasiswa baru dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik agar bisa beradaptasi lingkungan asrama. Kami mahasiswa merupakan tolok ukur untuk kemajuan pembangunan masa depan Kabupaten Tolikara. Karena itu selain belajar di kampus, kami juga menerapkan etika sopan santun dalam pergaulan yang dimulai dari asrama,” ungkapnya.

Kegiatan Seminar diawali dengan Ibadah singkat dipimpin oleh Pdt. Jhoni Wenda, S.Th dengan sorotan tema: “Niname Arigi Kenok Kiniki, Ninebe Ambir Anuk Yesus Logonet Liru Eruwok – Bersatu Hati dan Pikiran Demi Negeri, Bersama Yesus Kita Sekolah”.

Mengutip Firman Tuhan dalam teks Filipi 2:2 Pdt. Jhoni Wenda mengatakan, hendaklah setiap orang sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Di luar Yesus tidak ada kebersamaan, sehati sepikir. Tetapi dalam Yesus kita bisa temukan sehati sepikir, kebersamaan, satu jiwa.

“Sebab itu saya mengajak kepada mahasiswa/i Tolikara berbalik pada Yesus. Kehidupan di asrama membutuhkan kebersamaan saling mendukun. Sebab itu jangan mementingkan diri sendiri tetapi kita perlu saling menolong dan menghargai sesama penghuni,” terangya.(Diskominfo Tolikara/Derwes/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *