Pemprov Jamin Pelayanan KPS Bagi Pasien Korban Rusuh Wamena

Kepala Dinas Kesehatan drg. Aloysius Giyai, M.Kes.

JAYAPURA (PB.COM)—Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan Papua menyatakan bahwa pasien yang merupakan korban kerusuhan Wamena, baik Orang Asli Papua maupun Non Asli Papua akan mendapat pelayanan kesehatan dengan jaminan Kartu Papua Sehat (KPS) yang sudah lama dikeluarkan oleh Wali Kota Jayapura.

“Semua pasien korban demonstrasi yang berujung kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya dibiayai oleh Kartu Papua Sehat (KPS), baik pasien asli Papua maupun pasien non Papua. Isu yang beredar bahwa pasien korban rusuh Wamena tidak dipungut pembiayaannya, isu itu tidak benar, semua pasien yang berobat membayar. Pasien korban demo rusuh Wamena dibiayai oleh KPS,” kata  Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes di Jayapura, Kamis (03/10/2019).

Menurut Aloysius, hingga kini sebanyak 15 pasien korban kerusuhan Wamena masih dirawat di RSUD Jayapura. Demikian pun beberapa rumah sakit lainnya di Jayapura seperti RS Dian Harapan, RSUD Abepura dan RS Bhayangkara hingga kini masih merawat pasien korban kerusuhan itu.

“Sejak kerusuhan Wamena pecah pada Senin (23/9) banyak sekali pasien yang dirujuk ke Jayapura, namun tidak hanya dirawat di RSUD Jayapura, mereka dirawat dibeberapa rumah sakit yang ada di Kota Jayapura,” ujarnya.

Mantan Direktur RSUD Abepura itu mengatakan, kebanyakan pasien korban demo yang masuk dan dirawat di RSUD Jayapura tergolong pasien parah. Rata-rata pasien korban demo Wamena yang dirujuk tingkat keparahannya pada gangguan saraf.

“Hingga kini tim kesehatan yang kami kirim ke Wamena masih melakukan pelayanan kesehatan kepada warga korban demo, rencana Sabtu (5/10) besok akan ditarik kembali,” urainya.

Setelah ditarik ke Jayapura, kata Aloysius, para dokter internship akan dipanggil dan dikirim ke Wamena untuk memberikan pelayanan kepada warga korban demo. Sejauh ini Dinas Kesehatan Papua sudah memanggil para dokter internship itu dan memberikan arahan dan pada prinsipnya mereka siap.

“Ada sembilan dokter internship yang akan kami turunkan ke Wamena bersama tenaga kesehatan di RSUD Wamena memberikan pelayanan kesehatan kepada warga korban demo,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (23/9), merenggut puluhan nyawa, ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta di kabupaten itu juga rusak dan dibakar oleh massa demo. (Gusty Masan Raya)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *