Imigrasi Jayapura Keluhkan Keberadaan Pos Laut di Belakang Pasar Ikan Hamadi

Ilustrasi pelintas batas

JAYAPURA (PB.COM) – Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura mencatat data perlintasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw Wutung periode Januari hingga September 2019, untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang menggunakan paspor sebanyak 2.095 orang. Sedangkan yang berangkat ke PNG sebanyak 2.120 orang.

Kemudian yang datang menggunakan Kartu Lintas Batas 2.998 dan yang berangkat menggunakan Kartu Lintas Batas (KLB) sebanyak 3.003.

“Untuk WNA (warga Negara asing), yang datang menggunakan paspor 6.660 orang dan berangkat 6.076. Lalu untuk yang datang gunakan KLB sebanyak 30.555 dan berangkat 30.329 orang,” sebut Kepala Imigrasi Jayapura, Gatot Setiawan di Jayapura, Kamis (7/11/2019).

Sementara di Pos Lintas Batas Terpadu Laut Hamadi, beber Gatot, kedatangan WNI sebanyak 317 orang untuk periode Januari-September 2019. Lalu Warga Negara PNG sebanyak 133 orang. Sedangkan keberangkatan WNI 324 orang dan Warga Negara PNG sebanyak  126 orang.

“Kalau melihat data ini, lebih banyak WNI yang melakukan perlintasan ketimbang PNG. Ini satu indikasi masih adanya Warga Negara PNG masuk ke Indonesia melalui jalur laut yang tidak melapor ke Pos Lintas Batas Terpadu Perbatasan Laut di Hamadi. Ini menjadi perhatian kami, bahwa harus diperketat,” jelasnya.

Menurut Gatot, Pos Lintas Batas Laut sangat tidak efektif berada di titik lokasi yang ada sekarang ini.

“Kami berharap pos itu lebih maju ke depan mendekati perlintasan batas negara laut yang ada. Karena sekarang ini berada di belakang pasar ikan dan untuk memantau ke laut sungguh sangat susah, bercampur baur dengan masyarakat dan pedagang ikan disitu. Kami merasakan aura yang sungguh sangat lemah sekali disitu,” keluh Gatot.

Ia mengakui, dalam berbagai kesempatan dirinya selalu mengungkapkan agar pos laut segera dipindahkan, karena tidak efektif.

Sementara itu, TNI AL sudah siap membangun pangkalan, “Apa salahnya kalau kita buat Pos di dekat Pangkalan TNI AL, jadi semakin kuat pertahanan keamanan di perlintasan laut tersebut, selain ada TNI juaga ada pihak Custom, dan Polair,” sarannya.

“Saya pikir itu akan lebih memperkuat lagi pengawasan perlintasan di perbatasan laut. Itu harapan kami, karena belakang ini banyak ditemukan perlintasan di perairan yagn masi belum terpantau dengan baik,” tandasnya. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *