Wamen PUPR Minta Masyarakat Paham Soal Pembangunan Ruas Jalan Nasional

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) John Wempi Wetipo.

JAYAPURA (PB.COM) – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) John Wempi Wetipo meminta pemahaman semua pihak bahwa setiap konektivitas yang dikerjakan oleh pihaknya, hanya terbatas pada pembangunan ruas jalan nasional dan tidak menangani pembangunan jalan provinsi maupun kabupaten.

“Memang dari Papua Barat dengan beberapa provinsi lain beberapa waktu lalu ada yang datang meminta bantuan kepada saya untuk mendorong pembangunan jalan di wilayahnya,” ungkap Wamen di Jayapura, Senin (2/12/2019).

Menurut dia, jikalau status jalan provinsi atau kabupaten, itu bukanlah ranah Kementerian PUPR untuk membangun.

Disinggung soal progres pembangunan jalan Trans Papua saat ini, aku Wamen, masih terus berproses. Baik dari Jayapura – Wamena, kemudian Pegunugan Bintang – Jayapura, Boven Digoel – Yahukimo.

Begitu pula untuk Merauke – Mappi dan seterusnya. Dimana pembangunan jalan Trans Papua tersebut, ditargetkan rampung tahun depan.

Sementara itu terkait pembangunan jalan Trans Papua, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Papua Osman H. Marbun mengaku seharusnya dapat dirampungkan tahun ini, namun sayangnya pembangunan sempat terhenti akibat berbagai kendala termasuk masalah keamanan.

“Masih ada 26 kilometer jalan untuk diselesaikan. Kemudian untuk perbatasan masih 179 kilometer lagi dari Oksibil ke arah Jayapura. Dimana tahun ini pekerjaan jalan trans Papua masih dilakukan secara bertahap. Sementara untuk 2020, nanti kita gandeng pihak TNI untuk kerja, khusus ruas jalan Wamena – Kenyam,” jelas Marbun.

Intinya lanjut dia, pembangunan jalan Trans Papua sudah 97 persen, sisa 26 kilo yg belum tersambung dan ditargetkan rampung tahun 2020.

Kegiatan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-74 di pemerintahan Provinsi Papua diisi dengan kegiatan olahraga, yakni jalan santai yang mengambil start dari Jembatan Youtefa dan finish di Kantor Balai Wilayah Sungai Papua. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *