Pemkab Puncak Jaya Luncurkan Pelayanan Dukcapil Go Mobile

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda S.Sos, SIP,MM saat melakukan teleconference dengan masyarakat Distrik Ilu/Andi

MULIA (PB.COM) – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melakukan peluncuran “Pelayanan Dukcapil Go Mobile” yang spesial diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat sebagai kado Natal tahun 2019.

Acara peluncuran ditandai dengan uji coba teleconference Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda S.Sos, SIP,MM dengan Masyarakat di Distrik Ilu, berlangsung di Aula Sasana Kaonak Kantor Bupati, Sabtu (7/12/2019).

Launching ini dirangkai dengan kegiatan Hut Kabupaten ke -23 dan syukuran 2 tahun kepemimpinan Bupati Yuni Wonda dan Wakil Bupati Deinas Geley S.Sos,MSI serta ibadah Natal Gabungan. Hadir dalam acara launching Kapolres AKBP Drs Mikael Suradal MM, Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo, Wakil Ketua Sementara, Miren Kogoya S. Ikom, MM, Plt.Sekda Tumiran S.Sos.MAP, para pimpinan OPD, unsur TNI Polri, Denominasi Gereja, perwakilan ormas, perwakilan BUMN dan masyarakat.

Pertama Kali

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda dalam sambutannya menyatakan, ini merupakan sejarah untuk pertama kalinya di Puncak Jaya bahkan di Provinsi Papua dilakukan launching Pelayanan Dukcapil secara online dan mobile.

“Launching ini sebagai kado natal sekaligus persembahan kami kepada masyarakat dalam dua tahun kepemimpinan,” ucapnya.

Dalam dua kepemimpinan ini, ungkap Bupati Yuni, telah dilaksanakan berbagai macam pelayanan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat.

“Ada satu peristiwa besar dan perubahan yang kita buat hari ini, dengan melakukan launching pelayanan dukcapil, pencetakan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak.  Ini hal baru yang kita buat dalam kepemimpinan kami. Banyak program yang sudah kita buat salah satunya launching ini,” kata Bupati.

Dia menjelaskan, Puncak Jaya terdiri dari 26 Distrik dan 302 kampung. Dimana dari 26 distrik tersebut, harus dilalui dengan transportasi udara sementara lainnya dapat diakses dengan jalur darat.

Di dalamnya pula terdapat kesulitan yang sangat tinggi, seperti letak geografis yang sulit, tingkat kemahalan harga termasuk sulitnya transportasi.

“Dari kesulitan inilah kita buat bagaimana caranya untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Supaya masyarakat dengan keadaan terbatas tidak harus menuju Mulia, ibukota kabupaten untuk mengurus KTP dan kartu kependudukan lainnya,” ujar Bupati.

“Kita berharap masyarakat yang ada distrik tidak perlu lagi buang tenaga, uang, untuk datang ke ibukota kabupaten. Karena nanti petugas yang akan datang ke distrik untuk melakukan perekaman KTP dan pengurusan kartu lainnya,” sambungnya.

Bupati Yuni menambahkan, untuk tahap uji coba dilakukan di Distrik Ilu, dimana masyarakat yang ada di distrik sekitarnya bisa langsung ke Ilu. Selanjutnya jika berjalan baik akan dicoba ke distrik lainnya seperti Fawi, Yamo.

“Ini tahap pertama, kita akan berikan semangat motivasi kepada masyarakat supaya mereka lebih proaktif untuk mengurus data kependudukan. Mekanismenya, kalau data disini (Kantor Dukcapil Mulia) sudah masuk nanti bisa cetak langsung disana. Ini kan mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya panjang lebar.

Jaringan Internet Memadai

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Puncak Jaya, Massora S.Hut,M.Si menyatakan dengan adanya jaringan internet yang memadai pihaknya bekerjasama dengan dinas Dukcapil melakukan uji coba pelayanan dukcapil online mobile.

“Alat ini kita bisa pindahkan kemanan mana. Dimana dukcapil melayani, disitu kita siapkan jaringan internet dan masyarakat di tempat itu bisa langsung cetak,” terangnya.

Sebelumnya, untuk proses pengurusan kartu kependudukan, petugas Dukcapil yang datang ke setiap distrik untuk mengambil data masyarakat kemudian di proses di kantor Dukcapil yang ada di Mulia. Setelah itu dikembalikan lagi ke distrik.

“Artinya inikan pelayanannya lama.Sementara sistem sekarang ini pelayanan kepada msyarakat itu yang tepat, cepat, efektif dan efisien,” katanya. Dia menjelaskan, untuk tenaga tekhnis melibatkan staf dari dinas Kominfo dan Dukcapil.

Lanjut Massora, program Dukcapil saat ini kan harus diakses lewat internet. Oleh karena itu pihaknya memanfaatkan jaringan internet yang ada walupun masih terbatas.

“Tapi kita upayakan dengan jaringan internet ini kita bisa langsung masuk ke sistem dukcapil. Dengan syarat mereka harus memberikan kita IP-nya. Dan itu sudah kita uji coba, dan bersyukur bisa berjalan dengan baik,” katanya. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *