“Terima Kasih Gubernur Lukas Sudah Sekolahkan Anak Kembar Saya”

Marthina Kuri Kendom dan Albertha Atiop Kendom, anak kembar yang sedang studi di Jepang dan Amerika Serikat berkat Program Beasiswa dengan dana Otsus era Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH

JAYAPURA (PB.COM)—Program siswa unggul putra-putri asli Papua yang digagas Pemerintah Provinsi Papua melalui pemberian beasiswa dana Otonomi Khusus (Otsus) dan pengiriman pelajar/mahasiswa Papua melanjutkan studi ke luar negeri mendapat apresiasi dan dukungan dari masyarakat asli Papua. Program ini dinilai berhasil meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) orang asli Papua.

“Saya bersyukur karena Tuhan Yesus baik dan terima kasih banyak kepada bapak Gubernur Lukas Enembe. Anak kembar saya mendapatkan beasiswa dari dana Otsus dan kini kuliah di Jepang dan Amerika.  Program ini telah berhasil mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua,” ujar Marthinus Kendom usai pertemuan dengan Kepala Biro Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua, Aryoko AF Rumaropen, SP.MEng, di Kantor Biro Otsus Papua Lantai III Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura, akhir pekan.

Marthinus Kendom , ayah dari Marthina Kuri Kendom dan Albertha Atiop Kendom.

Dalam pertemuan tersebut, Marthinus Kendom melaporkan kedua putri kembarnya atas nama Marthina Kuri Kendom dan Albertha Atiop Kendom saat ini sedang mengikuti pendidikan di Ashikaga Institute of Technology Tochigi, Jepang dan Western Michigan University, Michigan Amerika Serikat. Salah satu dari kembaran itu, tahun 2019 ini menyelesaikan studinya dan siap untuk diwisuda.

“Anak saya atas nama Albertha Atiop Kendom yang kuliah di dan Western Michigan University tahun ini diwisuda bulan desember 2019. Dia mengambil  jurusan statistik. Sedangkan saudara kembarnya, Marthina Kuri Kemdon mengambil jurusan studi energy terbarukan di Ashikaga Institute of Technology Tochigi, Jepang,” ujar Marthinus.

Marthinus Kendom bersama keluarga.

Menurut Marthinus, kebijakan Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH memfasilitasi putra-putri asli Papua sekolah dan kuliah ke luar negeri patut didukung semua pihak karena hanya melalui pembangunan pendidikan dan pembangunan SDM, Orang Asli Papua (OAP) dapat memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni dan bisa membangun kampungnya. Dia juga optimis jika program beasiswa Otsus ini terus dilanjutkan maka Sumber Daya Manusia (SDM) Papua diberbagai bidang akan terpenuhi.

“Saya contohkan anak saya yang bawa jurusan energy terbarukan, kami dan masyarakat di Asmat mengharapkan setelah dia balik ke Papua, dia dapat menciptakan terobosan-terobosan baru energy terbarukan untuk suplai energy listrik. Begitupun pelajar-pelajar Papua lainnya. Sekali lagi terima kasih untuk kerja baik dari Gubernur Enembe dan Biro Otsus yang sudah bekerja dengan hati nurani. Luar biasa teman-teman di Biro Otsus bekerja dengan ketulusan,” tandasnya.

 

Seleksi Beasiswa Otsus Mulai 1 Mei

Ketua Seleksi  Program Beasiswa Otsus Provinsi Papua  Anthony Mirin, S.Sos kepada pers  di Jayapura, Sabtu (27/4/2019) mengatakan, Biro Otonomi Khusus (Otsus) Papua mulai 1 Mei hingga 11 Mei 2019 akan membuka seleksi administrasi program beasiswa Otsus bagi putra-putri asli Papua.

Ketua Seleksi Program Beasiswa Otsus Provinsi Papua Anthony Mirin, S.Sos

Untuk menyiapkan proses seleksi tersebut, maka hari ini Senin (29/4/2019) seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menegah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Se-Papua mengikuti sosialisasi program beasiswa Otsus yang diselenggarakan Biro Otsus Papua.

“Seleksi program beasiswa Otsus akan dimulai awal  Mei 2019. Sebelum itu dilakukan, maka hari Senin dilakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah SMA dan SMK dari 29 kabupaten kota yang ada di 5 wilayah adat. Kami sebelumnya sudah sosialisasi untuk Kepala sekolah di wilayah adat Mamta namun apabila ada kepala sekolah yang ingin ikut sosialisasi, kami persilahkan,”ujar Mirin yang juga menjabat Kepala Bagian Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Papua Biro Otsus Setda Papua.

Menurut Mirin, seleksi penerima beasiswa Otsus Papua yang digelar mulai tanggal 1 Mei 2019 hingga pengumuman pada tanggal 29 mei 2019 akan  melalui beberapa tahapan yakni tahapan sosialisasi, tahap seleksi administrasi, tes akademik dan pengumuman.

Tahap sosialisasi dilakukan untuk para Kepsek se-Papua digelar Senin (29/4/2019). Setelah sosialisasi, maka Kepsek atau guru SMA/SMK kembali ke sekolah masing-masing di daerah menyiapkan administrasi anak didiknya kemudian dikirimkan ke Biro Otsus untuk dilakukan seleksi administrasi mulai tanggal 1 mei-11 mei 2019.

Tanggal 1-11 Mei 2019, semua administrasi calon penerima sudah dikirim ke Biro Otsus. Dan akan dilakukan pemeriksaan serta verifikasi oleh pihak indepeden dari kalangan kampus. Kemudian pengumumannya kelulusan administrasi tanggal 15 Mei 2019 dengan standart nilai yang ditetapkan rata-rata 80,” jelas Mirin.

Setelah pengumuman kelulusan seleksi administrasi maka selanjutnya digelar tes akademik tanggal 20 Mei 2019 yang akan dilangsungkan di Jayapura, Merauke, Paniai, Wamena, Nabire, Timika, Biak Numfor. Tes akademik akan dibuka oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe secara simbolik di Jayapura. Sedangkan pengumuman kelulusannya tanggal 29 Mei 2019.

Mirin menambahkan, dengan selesainya seluruh tahapan pada bulan Mei 2019, maka setiap calon penerima beasiswa yang dinyatakan lolos akan menjalani pembinaan selama kurun waktu 6 bulan hingga 1 tahun di Jakarta International College (JIC) kemudian mereka akan dikirim ke luar negeri untuk melanjutkan studi .

Suasana pertemuan Kepala Biro Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua, Aryoko AF Rumaropen, SP.MEng dengan para kepala sekolaj di Kantor Biro Otsus Papua Lantai III Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura.

Mengenai jurusan apa saja yang menjadi prioritas, Anthony Mirin menjelaskan bahwa Biro Otsus telah memetakan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di kabupaten kota yang berada di 5 wilayah adat. Oleh karena itu, jurusan atau bidang ilmu yang akan difasilitasi kepada para penerima beasiswa disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing daerah.

“Yang pasti kita fokus di bidang-bidang engginering dan ilmu-ilmu eksata, pertambangan, lingkungan dan sebagainya. Kita inginkan anak-anak kita bisa menjadi desain kapal, desain pesawat, desain jembatan, desain mobil, desain gedung dan ahli pertambangan, ahli lingkungan dan sebagainya. Intinya, kita inginkan mereka bisa mengelola sumber daya di Papua,” tutupnya.  (Gusty Masan Raya/Hans Bisay)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *