Mimpi Menpora, Stadion Papua Bangkit Bisa Tercatat Dalam Sejarah Olimpiade dan Piala Dunia

Tampak Stadion Papua Bangkit nan megah di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura yang akan menjadi tempat pembukaan dan penutupan PON XX Tahun 2020 di Papua. (Foto: Roberth Yewen)

JAYAPURA (PB.COM) – Kemegahan Stadion Papua Bangkit memang tak terbantahkan. Siapapun yang datang berkunjung ke stadion ini pasti akan berdecak kagum, melihat desain bangunan yang cukup megah dengan menampilkan ornamen khas Papua di bagian luarnya, belum lagi fasilitas mewah di dalamnya yang tentunya berstandar Internasional dan FIFA.

Tak terkecuali Menteri Pemuda dan Olahraga  (Menpora) Imam Nahrawi yang datang meninjau langsung stadion nomor dua termegah setelah GBK ini, Jumat (21/6) lalu.

Stadion yang dibangun sejak 2017 lalu ini terletak di tepi jalan Poros Sentani – Jayapura, tepatnya di Kampung Harapan, Distrik  Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion yang mampu menampung 40 ribu penonton ini, dipersiapkan untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, pada September 2020 mendatang.

Karena cukup megah, tak heran jika Menpora Imam Nahrawi mengimpikan kelak stadion yang jadi ikon kebangkitan olahraga masyarakat Papua ini, bisa tercatat dalam sejarah Olimpiade bahkan Piala Dunia Sepak Bola.

“Saya berharap Stadion ini bakal menjadi sejarah tidak hanya untuk PON 2020, tetapi juga Olimpiade 2032, dan piala dunia sepak bola 2034,” harap Imam dalam diskusi bersama jajaran pemerintah Papua, Bupati Walikota, Pengurus Besar PON, KONI dan Pengurus Cabor di salah satu hotel Jayapura.

Menurut dia, fasilitas yang ada di Stadion Papua Bangkit sudah sangat memenuhi standar stadion sepak bola dunia. “Rumputnya sudah standar FIFA, lampunya apalagi sound systemnya, ruang ganti pemain, tempat duduknya keren banget,  belum lagi desain arsitekturnya, termasuk lintasan atletiknya itu semua sudah standar dunia,” ujarnya kagum.

Artinya, ungkap Imam, ini akan menjadi tonggak sejarah bagi kebangkitan olaharaga Indonesia dari negeri matahari terbit di ujung timur untuk dunia.

“Karena kalau sekarang ini kita tengah menyiapkan diri jadi tuan rumah Olimpiade 2032, sudah barang tentu ini jadi tantangan untuk meyakinkan negara lain. Melalui ajang PON 2020 di Papua, akan jadi ajang promosi bagi Indonesia untuk meyakinkan negara di dunia bahwa Indonesia tidak hanya ada Jakarta, Palembang, Jawa Timur, Jawa Barat tetapi di Papua ada venue berstandar dunia. Apalagi juga nanti akan dibangun gedung olahraga yang berstandar internasional,” jelas Imam.

Menyambung itu, Imam berharap pemerintah Papua dapat menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) secara baik. Tidak hanya untuk PON 2020, tetapi dari pengalaman itu akan dimaksimalkan untuk persiapan menuju Olimpiade 2032.

“Saya yakin kita akan dipercaya untuk terus menyelenggarakan iven iven olahraga internasional. Seperti Asian games kemarin, awalnya banyak yang pesimis kita jadi tuan rumah alasannya waktunya mepet, infrastrukturnya belum tersedia, SDMnya belum siap, kita belum berpengalaman  tapi akhirnya kita mampu membuktikan bahwa kita bisa. Tentunya dengan komitmen yang kuat dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia, Asian Games. Mereka (kontingen) bisa pulang ke negaranya dengan hati yang gembira,” ujar Imam.

Selain Stadion Papua Bangkit, juga akan dibangun Istana Olahraga (Istora) Papua Bangkit dan Kolam Akuatik dalam satu kawasan yang sama. (Andi/Frida)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *