Corona Sudah Makan Ratusan Jiwa, Bagaimana Nasib WNI di Wuhan China?

Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto. (Foto: Tempo.com)

JAYAPURA (PB.COM)-Hingga Selasa (28/01/2020), Pemerintah China memastikan bahwa wabah virus corona yang sedang mengancam negerinya telah menelan 106 jiwa. Angka korban meninggal dunia melonjak dari laporan sebelumnya yang tercatat 82 orang.

Lalu bagaimana nasib Warga Negara Indonesia (WNI), terutama para mahasiswa dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang saat ini berada di Wuhan, China, tempat dimana virus Corona ini pertama kali muncul dan membuat wilayah itu diisolasi?

Salah seorang korban virus korona di Wuhan, China.

Presiden RI  Ir. Joko Widodo (Jokowi) menjawab wartawan  memastikan perlindungan untuk Warga Negara Indonesia yang terisolasi akibat wabah virus novel Corona di Wuhan, China. Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu memastikan pemerintah telah mengirim bantuan makanan.

“Apalagi kita mengirimkan logistik ini masih dalam proses pendalaman dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) kita agar semua bisa terlayani dan berjalanan dengan baik,” ucap Jokowi, Senin (27/01/2020).

Menurut Jokowi, pemerintah terus berkoordinasi dengan KBRI di China untuk memantau kondisi penyebaran virus mematikan tersebut.

“Sementara masih berada di sana. KBRI sudah bicara detail dan mengikuti,” kata dia.

Jokowi mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Namun dia meminta masyarakat tidak panik terkait mewabahnya virus Corona.

“Pengawasan di semua bandara kita terutama yang berhubungan dengan flight dari dan ke Tiongkok sudah kita lakukan,” tambah Jokowi.

Pastikan WNI Sehat

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, memastikan, seluruh WNI di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, dalam keadaan aman dan sehat. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa yang melanjutkan kuliah di wilayah tersebut.
Wuhan menjadi kota awal kemunculan virus corona yang kini tengah merebak. Data terakhir, sebanyak 80 orang meninggal akibat virus corona.

“(Sebanyak) 243 warga kita itu ada di pusat tempurannya. Di pusat kejadiannya, di Hubei, di Wuhan. Mereka (semua) sehat,” kata Terawan. (Gusty/DBS)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *