Mamteng Tutup Akses Keluar Masuk Orang Demi Cegah Corona

Bupati Ricky Ham Pagawak saat memberikan sosialisasi terkait Covid-19 di Distrik Kelila, Kabupaten Mamteng, Kamis (26/03/2020)

JAYAPURA (PB.COM)-Guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), Provinsi Papua mengambil kebijakan untuk menutup akses keluar masuk orang ke wilayah itu, baik melalui darat maupun udara selama dua pekan hingga awal April 2020.

Langkah ini diambil mengikuti Pemerintah Provinsi Papua yang sejak 26 Maret 2020 menutup akses keluar masuk  orang dari dan keluar Papua melalui transportasi udara dan laut.

Demikian penegasan Bupati Mamteng Ricky Ham Pagawak, SH.M.Si di sela-sela sosialisasi virus corona dan pembagian masker gratis di Distrik Kelila, Mamteng, Kamis (26/03/2020).

“Sesuai saran dan perintah Bapak Gubernur Papua, dan atas dasar kesepakan bersama, Pangdam, Kapolda, Ketua MRP, DPRP, para bupati mulai hari ini jalur penerbangan udara maupun laut ditutup serentak. Dan Kami Mamberamo Tengah mengikuti perintah itu,” ujar Ricky.

Menurut Bupati Ricky, mulai Jumat, 27 Maret jalur darat Kobakma-Wamena dan Kelila-Wamena, Eragayam-Wamena resmi ditutup. Dengan demikian, rakyat Mamteng yang masih bebas dari Covid-19 dikarantina.

“Agar penutupan jalan darat dari maupun keluar Mamberamo Tengah ini efektif, tentu kami akan bekerja sama dengan pihak aparat keamanan, baik TNI dan POLRI untuk kami sama-sama menjaga ini didaerah perbatasan dengan mendirikan pos yang dijaga anggota TNI-POLRI maupun Satpol PP,” tegasya.

Politisi Demokrat ini menjelaskan, walau akses jalan darat ditutup bagi orang, namun mobilisasi barang seperti sembilan bahan pokok (sembako) maupun peralatan bangunan untuk pembangunan fisik tetap berjalan. Hal ini dimaksudkan, agar kebutuhan masyarakat akan sembako  maupun pembangunan infrastruktur tetap berjalan.

”Kami pastikan sembako di Mamberamo Tengah tetap aman, dan untuk pasokannya tetap berjalan seperti biasanya. Ini akan diawasi oleh aparat keamanan,” katanya.

Selain pengawasan yang ketat oleh aparat keamanan, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan akan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap barang-barang yang masuk.

Bupati Ricky juga memastikan, Pemkab Mamteng akan menyiapkan kebutuhan pangan seperti beras, mie instan, telur bagi warganya selama isolasi dua minggu ke depan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk taat pada keputusan yang diambil oleh pihaknya demi terhindar dari ancaman pandemi global ini.

“Jika ada yang melanggar, apalagi seorang PNS sebagai aparatur negara, maka diambil tindakan yang tegas. Saya sudah ingkatkan sebelumnya, kalau ada PNS yang keluar Papua, apalagi dia seorang pejabat, hari itu dia keluar ke luar Papua, maka hari itu juga dia di copot,” tegas Bupati yang kerap disapa RHP ini.

Sebagaimana diketahui, penyebaran virus corona atau covid-19 di Indonesia kian mengkhawatirkan. Data per Kamis, 26 Maret 2020 sebagaimana diumumkan Juru Bicara Pemerintah RI untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, angka penderita corona secara nasional mencapai 893 orang, dimana 78 orang meninggal dan 35 dinyatakan sembuh.
Sementara di Provinsi Papua, 7 orang sudah dinyatakan positif, 38 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 820 Orang Dalam Pemantauan (ODP).
“Hari ini ada penambahan 4 orang yang positif, jadi jumlah positif Corona di Papua menjadi 7 orang. Untuk 4 orang yang baru sedang dirawat di Kota Jayapura, dan 3 di Merauke. Kendati demikian, Puji Tuhan dari hasil pemeriksaan yang kita kirim, 28 orang hasilnya negatif,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) kepada wartawan, Kamis (26/03/2020) di Jayapura. (Gusty Masan Raya/Reis Masella)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *