Papua Urutan Teratas Nasional Tingkat Kesembuhan Covid-19

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE.MM.

JAYAPURA (PB.COM) – Provinsi Papua menempati urutan teratas se-Indonesia tingkat kesembuhan pasien virus corona (Covid-19).

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal kepada wartawan di Gedung Negara, Rabu (22/4/2020) menjelaskan, walaupun jumlah terpapar Covid-19 hingga kini mencapai 124 orang, namun tingkat kesembuhan di atas angka secara nasional yakni 11 persen.

“Satu hal yang masyarakat perlu ketahui bahwa puji Tuhan walaupun kita 124 positif, tetapi secara umum tingkat kesembuhan itu kita nomor satu di Indonesia, secara nasional 11 persen,” ungkapnya.

Ia menilai dengan tingginya angka pasien yang sembuh tersebut, diyakini dalam dua minggu ke depan akan banyak perubahan. “Kami yakin kalau rakyat dan pemerintah bersama-sama bekerjasama, kita yakin dua minggu ke depan akan banyak hal-hal yang positif yang kita dapatkan,” terangnya.

Oleh sebab itu, mantan Bupati Mimika tersebut meminta kepada masyarakat agar mematuhi aturan yang diterapkan pemerintah. “Karena itu, kami minta masyarakat patuhi aturan aturan yang pemerintah sudah berikan seperti jangan keluar rumah, jangan beraktivistas lebih dari pukul 14.00 siang,” harapnya.

“Sebab pada jam tersebut tingkat aktivitas Covid-19 sedang tinggi-tingginya, karena itu kami minta mulai jam 2 ke atas aktivitas sudah semakin menurun bahkan berhenti,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub kembali menegaskan agar pedagang tidak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan mengambil untung dengan menaikkan harga seenak hati.

“Kami juga minta pedagang jangan manfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan merugikan rakyat, sebab ini bencana, dalam situasi bencana jangan coba-coba orang mengambil keuntungan dengan menaikkan harga barang,” tegasnya.

“Saya sudah perintahkan Satgas agar orang-orang seperti itu ditangkap semua, tidak usah ada di Papua. Ini harus tegaskan juga supaya jangan ada yang coba-coba bermain. Aneh bin ajaib sampai harga telur sangat tinggi, itu tidak logis apapun alasannya, lebih baik semua tidak makan telur. Jangan satu orang untung tapi bikin rusak orang di Papua,” tambahnya. (Toding)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *