Covid di Papua Tembus 362 Kasus, Kota Jayapura dan Mimika 100-an Kasus

Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)

JAYAPURA (PB.COM)—Jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Papua terus bertambah. Berdasarkan keterangan Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K), jumlah warga di Provinsi Papua yang positif terinfeksi virus corona per Sabtu (16/05/2020) sebanyak 362 kasus, dimana 266 pasien sedang dalam perawatan medis, 89 orang sembuh, dan 7 orang meninggal dunia.

“Hari ini ada tambahan 19 kasus, dimana 15 kasus dari Kota Jayapura dan 4 kasus dari Kabupaten Jayapura. Tambahan ini berasal dari hasil pemeriksaan PCR dari Litbangkes Papua sebanyak 15 kasus dan Balai Laboratorium Kesehatan Dinkes Papua sebanyak 4 kasus. Sementara jumlah ODP (Orang Dalam Pemantauan—Red.) kita sebanyak 3.045 orang dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan—Red.) ada 485. Hingga hari ini, kami telah lakukan pemeriksaan PCR sebanyak 2.672 sampel,” kata dr Sumule saat memberi keterangan pers secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Sabtu (16/05/2020).

Menurut Sumule, terdapat dua wilayah yang sangat menonjol dari 12 kabupaten/kota di Papua yang  memiliki kasus positif Covid-19, yaitu Mimika dengan 118 kasus dan Kota Jayapura 100 kasus. Hal ini tentu menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat.

Rinciannya, Kabupaten Mimika sebanyak 118 kasus, dimana 94 sedang dalam perawatan, 21 sembuh, dan 3 meninggal, ODP sebanyak 1.474 dan PDP ada 106; Kota Jayapura sebanyak 100 kasus, dimana 73 orang sedang dirawat, 24 orang sembuh, 3 meninggal, sebanyak 608 dan PDP ada 70; dan Kabupaten Jayapura punya 56 kasus, 35 sedang dirawat, 20 orang sembuh, 1 meninggal, ODP sebanyak 63 dan PDP ada 18 orang.

Berikut, Kabupaten Biak terdapat 23 kasus, dimana 21 orang sedang dirawat, 2 orang sembuh, ODP sebanyak 19 dan PDP ada 15 orang. Kabupaten Nabire terdapat 18 kasus, dimana 17 sedang dirawat, 1 orang sembuh, dan ODP sebanyak 28; Keerom ada 16 kasus, dimana 13 sedang dalam perawatan, 3 orang sembuh, ODP sebanyak 79 dan PDP ada 254; Merauke terdapat 13 kasus, dimana 3 orang dalam perawatan, 10 orang sembuh, dan ODP sebanyak 62; Jayawijaya punya 7 kasus, dimana 5 sedang dirawat, 2 orang sembuh, ODP sebanyak 51 dan PDP 5 orang.

Kemudian,  Sarmi terdapat 4 kasus, dimana 1 sedang dirawat, 3 sembuh, dan ODP sebanyak 2; Boven Digoel ada 3 kasus, dimana 2 pasien sedang dirawat, 1 sembuh, ODP sebanyak 66; Mamberamo Tengah 2 kasus dimana keduanya sudah sembuh; serta Kabupaten Supiori ada 2 kasus dimana semuanya sedang dalam perawatan, dan ada 2 ODP.

Menurut data, ada sebanyak 11 kasus baru hari ini di Kota Jayapura berasal dari tahanan Polres Kota Jayapura. Belajar dari hal itu, kata Sumule, Tim Satgas Papua sudah berkoordinasi dengan Dinas Provinsi Papua untuk melakukan pemeriksaan Rapid Test di komunitas atau asrama dimana banyak orang hidup berdekatan.

“Komunitas Kesehatan di Papua dalam rapat tadi sudah usulkan kepada kami untuk lakukan Rapid Test secara massif di tempat-tempat di mana jumlah orang yang hidup bersama dalam jumlah banyak, baik di asrama, tempat penampungan siswa, SPN, dan Rindam. Per hari ini, jumlah rapid test yang sudah kita lakukan di seluruh Papua adalah sebanyak 20.243 tes,” katanya.

Sumule juga menghimbau agar para pasien positif yang sudah sembuh dan sudah kembali ke rumah untuk tetap menjaga kesehatannya agar tidak kambuh lagi. Sebab, ada banyak kasus yang dialami dimana pasien positif yang sudah dinyatakan sembuh alias hasil PCR negative dan dipulangkan ke rumah, sakit lagi, sebagaimana dalam laporan di jurnal ilmiah dari sejumlah negara.

“Setelah sembuh, sesuai protokol penanganan pasien Covid, si pasien harus mengisolasikan diri di rumah. Penyakit ini penuh dengan misteri. Sampai hari ini, pengobatannya ialah pengobatan suportif, belum ada vaksin penangkalnya. Jadi kami mohon para pasien yang sudah sembuh dan pulang, patuhi edukasi yang kami berikan,” tegasnya. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *