Semua Pasien Covid di Merauke Sembuh, Tinggal 29 ODP

 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Merauke, dr Neville Muskita mendampingi Bupati Merauke Frederikus Gebze saat memberi keterangan pers, Kamis (18/06/2020) di Merauke.

 

JAYAPURA (PB.COM)Kabar gembira datang dari bumi Anim Ha di wilayah Selatan Papua. Berdasarkan data per 18 Juni 2020, semua pasien Covid-19 di Kabupaten Merauke dinyatakan sembuh, baik itu pasien positif Covid maupuan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Daerah yang dicap zona merah Covid pertama di Papua ini pun kini berubah menjadi zona hijau karena berhasil mengendalikan dan menangani wabah ini.

“Ya kita bersyukur bahwa hari ini berdasarkan hasil pemeriksaan TCM dari 1 pasien positif dan dinyatakan sembuh. Demikian pun 1 PDP yaitu anak bayi berumur 2 bulan yang hasil TCM-nya negatif sehingga dinyatakan sehat dan tidak mengidap Covid. Dengan demikian, untuk sementara, baik pasien positif maupun PDP yang dirawat di RSUD Merauke nol,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Merauke, dr Neville Muskita kepada papuabangkit.com via telepon seluler, Kamis (18/06/2020) malam.

Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Merauke ini, kendati saat ini masuk zona hijau alias tak ada lagi kasus positif dan PDP, namun pihaknya tetap melakukan test, tracing, dan treat, mengingat masih terdapat 29 Orang Dalam Pengawasan di sana.

Data Perkembangan Covid Kabupaten Merauke per 18 Juni 2020.

 

“Kita rencana mulai akan lakukan Rapid Test masal. Selain itu, kami juga antisipasi untuk dibukanya penerbangan ke Merauke. Kami juga sudah lakukan simulasi dengan KKP terkait alur atau prosedur penerimaan penumpang yang akan datang dan berangkat. Tapi sampai saat ini memang belum dibuka penerbangannya, kita masih tunggu kapan,” kata Neville.

Saat ini, kata Neville, RSUD Merauke yang sebelumnya merawat pasien Covid dari Boven Digoel pun telah berhasil disembuhkan. Di rumah sakit regional wilayah Selatan ini, sejak pekan lalu mulai diaktifkan alat Test Cepat Molekuler (TCM) untuk membantu pemeriksaan swab.

“Kita bersyukur atas keberhasilan ini. Tetapi kami minta masyarakat jangan bereuforia berlebihan, harus tetap mematuhi protokol kesehatan agar tak ada kasus lagi ke depan,” tegasnya.  

Suksesnya Merauke memang harus menjadi contoh bagi daerah lain di Papua yang sedang bekerja keras menangani dan mengendalikan wabah virus Corona ini,  terutama Kota Jayapura. Sebab perlu diingat, Merauke adalah daerah di Papua yang pertama kali memiliki kasus Covid namun sukses dan cepat bergerak mengatasinya. Apa sih rahasianya?

“Ketika kasus di Jakarta mulai ada sebelum Papua tutup bandara, kami di Satgas Merauke sudah rapat dan putuskan bahwa semua pelaku perjalanan ini kita skrining dan kasih kartu HAK atau Health Alert Card. Ketika pesawat masuk, kita koordinasi dengan KKP sehingga seluruh penumpang langsung diskrining. Data HAK penumpang itu kemudian diserahkan KKP ke kami tim surveilans di Dinas Kesehatan, lalu kami distribusikan ke Puskesmas sesuai tempat domisili sehingga mereka semua dipantau satu-satu. Itu mungkin salah satu kunci kenapa kami mudah kendalikan wabah ini,” kata Neville kepada papuabangkit.com saat diwawancara pada 30 Mei 2020 lalu. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *