Tingkat Kesembuhan Pasien Covid di Papua Capai 61 Persen

Update data perkembangan Covid di Provinsi Papua per 11 Agustus 2020.

 

JAYAPURA (PB.COM)Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Papua sejak 10 Agustus 2020 telah mencapai 61 persen. Ini merupakan angka persentasi tertinggi yang dicapai selama pandemi Covid-19 ini menimpa Bumi Cenderawasih pada pertengahan  Maret 2020.

Berdasarkan data Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua per 11 Agustus 2020, total kumulatif warga Papua yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 3.194 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 1.949 orang (61 persen) dinyatakan sembuh, kemudian 1.210 pasien atau 38 persen sedang dalam perawatan di rumah sakit, karantina mandiri maupun karantina terpusat, dan 35 orang atau 1 persen meninggal dunia. Virus asal Wuhan ini menyerang 19 kabupaten/kota di Papua dimana 5 di antaranya sudah kembali ke zona hijau.

“Hari ini ada tambahan 21 kasus pasien baru yaitu Mimika 10 orang, Biak Numfor 3 orang, Tolikara 3 orang, Nabire 1 orang, Kabupaten Jayapura 1 orang, dan Merauke 3 orang. Sedangkan ada 15 orang sembuh per hari ini yaitu Kota Jayapura 11 orang, Jayawijaya 1 orang, dan Nabire 3 orang,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) saat memberi keterangan pers secara virtual kepada wartawan, Selasa (11/08/2020).

 Menurut Sumule, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap tiga daerah yang selama dua pekan terakhir ini ada tambahan kasus, yaitu Merauke, Tolikara dan Biak Numfor.

dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)

 

“Kami Tim Satgas Covid Provinsi Papua memberi apresiai untuk kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas Tim Gugus Tugas Covid di Merauke sehingga bulan Juni lalu sempat zona hijau. Namun dengan penambahan kasus beberapa hari ini maka kami meminta perhatian khusus Pemda dan Tim Gugus Tugas Covid di sana, terutama untuk mengawasi pergerakan orang,” kata pria yang juga menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan Papua ini.

Sumule mengatakan, kebijakan dibukanya kembali penerbangan dan pelabuhan tentu saja membuat virus bergerak mengikuti orang yang bergerak. Oleh karena itu, cara antisipasinya adalah tidak boleh mengendorkan upaya tracing, baik via rapid test maupun pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) atau Test Cepat Molekuler (TCM).

“Juga kami beri perhatian kepada Tolikara dan Biak Numfor yang masih meningkat. Walau Biak Numfor angka kesembuhannya tinggi. Mohon lakukan tracing dan pengawasan pergerakan masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data Satgas Covid Provinsi Papua, jumlah Orang Dalam Pemantauan atau kontak erat sebanyak 3.036,  Pasien Dalam Pengawasan atau Suspek sebanyak 586 orang dan kasus probabel sebanyak 14 orang. Hingga 11 Agustus, sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 32.224 sampel swab. (Gusty Masan Raya)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *