Usai Pandemi, Jenazah Covid-19 Yang Telah Dimakamkan Bisa Dipindahkan

Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Jayapura melakukan pertemuan dengan keluarga almarhum Ruben Pasanda untuk mendengarkan klarifikasi prosedur dan kronologi pengambilan Swab.

JAYAPURA (PB.COM) – Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura menegaskan bahwa semua jenazah perlakuan Covid-19 yang sudah dimakamkan di masa pandemi belum bisa dipindahkan. Nanti setelah pandemi selesai baru bisa dipindahkan atas permintaan keluarga.

Hal ini dikemukakan saat Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Jayapura melakukan pertemuan dengan keluarga almarhum Ruben Pasanda untuk mendengarkan klarifikasi prosedur dan kronologi pengambilan Swab.

Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura di ruang pertemuan Wakil Wali Kota, Jumat (18/9/2020) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan dihadiri Litbangkes Papua, Rumah Sakit Provita dan Rumah Sakit Bhayangkara dan dihadiri Ketua IKT Kota Jayapura Nobertus Banga.

“Keluarga almarhum ingin mendengarkan klarifikasi prosedur dan kronologis pengambilan Swab yang hasil sampai tiga kali, dua kali positif dan satu kali negative,” katanya.

Dalam pertemuan, kata Rustan Saru Provita dan Litbangkes Papua menyatakan bahwa Swab terakhir dari almarhum Adalah negative dan keluarga minta agar jenazah yang dimakamkan di Buper, Waena bisa dipindahkan ke tempat pemakaman umum.

“Kami tegas dari Gugus Tugas bahwa semua jenazah perlakuan Covid-19 yang sudah dimakamkan di masa pandemi belum bisa dipindahkan. Nanti setelah pandemi selesai baru kita bisa memindahkan jika keluarga minta, kita bisa beri toleransi setelah masa pandemi berakhir,” tandasnya.

Sementara itu, Daniel Panca Pasanda yang merupakan anak dari almarhum Ruben Pasanda menyampaikan terimakasih atas respon dan tanggapan dari Pemerintah Kota Jayapura.

“Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa, dari pertemuan tersebut kami sudah mendapat informasi yang jelas dan kesimpulan terakhir yang disampaikan oleh Litbangkes Papua ternyata orang tua kami negative Covid-19 sehingga kami sangat berterimakasih atas informasi tersebut,” katanya.

Namun demikian, penghormatan pada orang tua saat meninggal menjadi momentum yang sakral dan sangat penting bagi keluarga yang ditinggal. (Toding)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *