Ketika Seorang Widyaswara Kagum Keindahan Kota Mulia

Panorama Kota Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua.

JAYAPURA (PB.COM)—Kota Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya, Papua sejak dulu dicap sebagai daerah rawan konflik bersenjata. Kesan tidak aman dan rasa takut pun bisa saja muncul bagi siapa saja yang hendak  ke sana.

Tetapi tidak bagi seorang widyaswara dari  Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, W.K Wulan. Pada 22 Maret 2021, ia dan rombongan ditugaskany untuk menjadi pemater pada kegiatan Diklat Prajab/Latsar CPNS 2013 Kategori 2 di Kota Mulia.

Salah seorang dari BPSDM Provinsi Papua, W.K Wulan

 

“Saya baru pertama kali ke Mulia. Kota ini sangat indah dan jauh dari pandangan miring orang luar yang selama ini menganggapnya sebagai daerah konflik. Masyarakatnya juga sangat ramah. Saya senang bisa menginjakkan kaki di Kota Mulia ini,” ujar Wulan.

Kota Mulia memang terletak di ketinggian dengan suhu udara yang sangat dingin. Panorama alamnya sangat indah. Salah satu spot wisata  di Mulia adalah “Pos Merah Putih.” Letaknya  berada di atas ketinggian Kota Mulia, tepatnya di antara jalan yang menghubungkan Distrik Mulia dan Distrik Yamo.

Pos Merah Putih merupakan Pos TNI yang kemudian disulap menjadi salah satu spot wisata yang kerap dikunjungi oleh masyarakat setempat saat akhir pekan maupun waktu liburan.

Pos Merah Putih di atas ketinggian Kota Mulia.

 

Dari atas pos merah putih, kita akan disuguhkan pemandangan alam kota Mulia yang dikelilingi hutan dan perbukitan, serta hamparan awan putih di atasnya. Bahkan saat kabut turun di pagi hari atau jelang sore hari yang menutupi Kota Mulia, kita laiknya berada di Negeri di Atas Awan.

Selain menawarkan panorama alam yang memesona, Pos Merah Putih juga menjadi spot menarik untuk berswafoto dengan latar belakang pemandangan Kota Mulia. Ditambah lagi, Anda tidak perlu membayar biaya masuk alias gratis.

Diklat K2 Puncak Jaya

Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Puncak Jaya bekerjasama dengan menggelar Pendidikan Pelatihan (Diklat) Prajabatan bagi 300-an Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 Kategori 2 (K2) Puncak Jaya sejak Senin, 22 Maret 2021 di Kota Mulia.  Giat prajabatan ini digelar di tiga lokasi berbeda yakni Aula Sasana Kawonak, Aula SMP Negeri 1 Mulia, dan GOR Pruleme, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Para peserta Diklat Prajabatan CPNS 2013 Kategori 2 (K2) Puncak Jaya saat giat pembukaan, Senin, 22 Maret 2021.

 

Sebagai pemateri, Wulan mengaku terharu melihat antusiasme para peserta dalam mengikuti setiap materi yang diberikan, jika dibandingkan dengan prajabatan di daerah pegunungan lainnya. Adapun materi yang ia berikan yaitu terkait percepatan pemberantasan korupsi yang bertujuan untuk membekali peserta saat bertugas di tempat masing-masing agar menjauhi korupsi.

“Menarik, karena peserta dari unsur K2, hampir sebagian besar memiliki usia yang tidak muda lagi, Bahkan, banyak yang telah mendekati pensiun. Namun mereka sangat antusias dan semangat ikuti setiap kegiatan,” ujar Wulan.

Selain itu, Wulan juga mengapresiasi pantia yang menyiapkan sarana prasarana Diklat dengan sangat lengkap. Bahkan, hampir mendekati standar Lembaga Administrasi Negara jika disandingkan dengan tingkat kesulitan daerah di pedalaman Papua.

“Fasilitas lengkap diantaranya guest house, Aula dengan sarana wifi, tempat cuci tangan, audio sound, visual/infokus, shuttle bus, Ambulance dan tim medis siaga, dan lainnya. Terima kasih, Puncak Jaya luar biasa,” tutup Wulan.

Kepala BKPPD Puncak Jaya, Christomus Barguna, SE,M.Si

Kepala BKPPD Puncak Jaya, Christomus Barguna, SE,M.Si berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Tim BPSDM Provinsi Papua. Menurutnya, hal ini menjadi motivasi bagi jajarannya untuk lebih memaksimalkan pelayanan sesuai dengan kapasitas dan keadaan daerah di tengah pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini sudah dianggarkan tahun lalu, namun karena Covid-19 memaksa untuk dihelat tahun ini. Kita berharap dengan, berbagai dukungan, agar agenda ini dapat selesai tepat waktu dan berhasil sesuai yang diharapkan,” ujar Chris.

Chris juga menjelaskan, jumlah 300-an CPNS 2013 K2 adalah sesi awal sebelum nantinya masuk dari formasi umum dengan jumlah yang lebih sedikit dari total 566 peserta belum termasuk utusan dari kabupaten lain.

Salah seorang peserta K2 yang berusia lanjut, Buanggere Kokoya (53) mengaku sangat senang mengikuti Diklat prajabatan, meski usianya sudah tidak lagi muda. Menurutnya, kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi dirinya saat kembali bertugas di distrik nanti. Kendati,  tidak lama lagi ia memasuki masa pensiun.  (Gusty Masan Raya/Humas Punja)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *